Senin, 29 Oktober 2007
aRtikEL tEntang bi0meTrikS [5]
'Layar sentuh atau dalam bahasa Inggris Touchscreens, touch screens, touch panels atau touchscreen panels adalah layar tampilan komputer yang sensitif terhadap sentuhan manusia, sehingga seseorang dapat berinteraksi dengan komputer dengan cara menyentuh gambar atau tulisan yang terpampang pada layar komputer.
Touchscreen sering dipakai pada kios informasi ditempat-tempat umum, misalnya di bandara dan rumah sakit serta pada perangkat pelatihan berbasis komputer.
Sistim touchscreen tersedia dalam bentuk monitor yang sudah memiliki kemampuan layar sensitif sentuhan dan ada juga kit touchscreen yang lebih ekonomis yang dapat dipasang pada monitor yang sudah ada.
2.)Pemkot Jakut Terapkan Absensi Sidik jari
Untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai, Pemerintah Kotamadya Jakarta Utara menerapkan absensi sistem sidik jari. Sistem ini mulai diberlakukan Januari 2007.
Absensi sidik jari ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan para pegawai. Dengan penerapan sistem ini, kinerja pegawai akan semakin meningkat. "Sistem absensi sidik jari ini sesuai dengan imbauan Gubernur DKI Jakarta," kata Tjiknan Masruf, Kepala Bagian (Kabag) Kepegawaian Jakarta Utara kepada Beritajakarta.com, Senin (8/1).
Tjiknan menjelaskan, sistem pencatatan kehadiran berbasis biometrics (sidik jari) mampu menjawab permasalahan absensi. Sebab, dengan sistem ini para pegawai tidak bisa memanipulasi atau mamalsukan data kehadiran.
"Saat ini kami sedang merekam data dengan memasukkan nomor registrasi kepegawaian (NIRK) dan telapak tangan para pegawai. Jadi pegawai yang mencatatkan kehadirannya di sistem biometriks ini adalah benar-benar pegawai yang namanya tercantum dalam record komputer di database kepegawaian," jelasnya.
Absen sistem sidik jari ini, kata dia, sangat mudah digunakan dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Jika sudah terbiasa, lanjut dia, setiap pegawai hanya membutuhkan waktu lima detik untuk mengakses sistem ini. Dan mereka cukup memasukkan PIN yang telah terekam dalam mesin tersebut. "Sekarang masih tahap percobaan. Sistem ini mulai diberlakukan awal Januari ini," katanya.
Untuk tahun ini, kata dia, pihaknya baru bisa menyediakan tiga mesin absensi sidik jari. Ketiga mesin itu akan melayani sekitar 650 pegawai di lingkungan Pemkot Jakarta Utara. "Khusus Blok P dan S, yang wajib melakukan absensi dengan sistem sidik jari ini hanya pimpinan unit, kepala Sub bagian, dan Kepala Seksi (Kasie)," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, absensi sidik jari ini sebenarnya sudah banyak digunakan di masing-masing unit, tapi database di unit-unit tersebut tidak langsung dihubungkan dengan bagian kepegawaian, sehingga data hanya diketahui oleh pimpinan unit saja. "Bisa saja pimpinan unit melaporkan bahwa stafnya selalu masuk, padahal kenyataannya tidak," tuturnya.
Rencananya, absensi sidik jari ini juga akan diterapkan di setiap kecamatan dan kelurahan. Dan datanya langsung dihubungkan ke bagian kepegawaian dengan menggunakan sistem online. "Secara teknis absensi sidik jari ini memungkinkan untuk diterapkan di wilayah. Dengan adanya sistem ini diharapkan kinerja para pegawai dapat meningkat terutama dari sistem kehadiran," katanya.
3.)BiometrikDari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Biometrik (berasal dari bahasa Yunani bios yang artinya hidup dan metron yang artinya mengukur) adalah studi tentang metode otomatis untuk mengenali manusia berdasarkan satu atau lebih bagian tubuh manusia atau kelakuan dari manusia itu sendiri.
Dalam dunia teknologi informasi, biometrik relevan dengan teknologi yang digunakan utnuk menganalisa fisik dan kelakuan manusia untuk autentifikasi. Contohnya dalam pengenalan fisik manusia yaitu dengan pengenalan sidik jari, retina, iris, pola dari wajah (facial patterns), tanda tangan dan cara mengetik (typing patterns). Dengan suara adalah kombinasi dari dua yaitu pengenalan fisik dan kelakuannya.
4.)Sidik jari Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Sidik jari adalah gurat-gurat yang terdapat di kulit ujung jari. Fungsinya adalah untuk memberi gaya gesek lebih besar agar jari dapat memegang benda-benda lebih erat. Sidik jari manusia digunakan untuk keperluan identifikasi karena tidak ada dua manusia yang memiliki sidik jari persis sama. Hal ini mulai dilakukan pada akhir abad ke-19.
Sidik jari kaki bayi juga diambil di rumah sakit untuk identifikasi bayi,tergabung juga dalam sistem biometriks.
5.)Tanda tangan Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Tanda tangan dari John Hancock di Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat.
Tanda tangan (Inggris: signature berasal dari Latin: signare yang berarti "tanda") adalah tulisan tangan, terkadang diberi gaya tulisan tertentu dari nama seseorang atau tanda identifikasi lainnya yang ditulis pada dokumen sebagai sebuah bukti dari identitas dan kemauan. Tanda tangan berlaku sebagai segel,tergabung juga dalam sistem biometriks.
aRtikEL tEntang HCI [5]
Macintosh (atau disingkat Mac) adalah salah satu jenis PC berbasis PowerPC yang diproduksi oleh Apple Inc..
Dinamakan berdasarkan McIntosh, jenis apel yang disukai Jef Raskin, Macintosh diluncurkan pada Januari 1984 dengan sebuah iklan Super Bowl yang sangat terkenal. Mac adalah komputer pertama yang mempopulerkan graphical user interface (antarmuka pengguna grafis/GUI), yang pada waktu itu sebuah perkembangan revolusioner dalam dunia perkomputeran desktop.
Jenis-jenis :
Macintosh1984: Macintosh 128K, Macintosh 512K1986: Macintosh Plus1987: Macintosh II, Macintosh SE1988: Macintosh IIx1989: Macintosh SE/30, Macintosh IIcx, Macintosh IIci, Macintosh Portable1990: Macintosh IIfx, Macintosh Classic, Macintosh IIsi, Macintosh LC series1991: Macintosh Quadra, PowerBook1992: Macintosh IIvx, PowerBook Duo1993: Macintosh Centris, Macintosh Color Classic, Macintosh Performa, Macintosh TV1994: Power Macintosh1997: Power Macintosh G3, PowerBook G3, Twentieth Anniversary Macintosh1998: iMac1999: iBook, Power Macintosh G42000: Power Mac G4 Cube2001: PowerBook G42002: eMac2003: Xserve, Power Mac G5, iMac G42004: iMac G52005: Mac mini2006: MacBook, MacBook Pro
2.)reCAPTCHA implementation
Cyberheb on Sep 24th 2007
reCAPTCHA merupakan metode implementasi terbaru untuk CAPTCHA (Completely Automated Public Turing test to Computers and Human Aparts). CAPTCHA merupakan metode challange yang banyak dimanfaatkan pada berbagai aplikasi web di internet sebagai metode untuk membedakan antara manusia dengan mesin. Kalian pasti sering melihat di form sign-up email, forum, ataupun untuk memasukan comment pada blog terdapat semacam gambar acak yang terlihat buram, kita harus menuliskan teks kata tersebut pada suatu form sebelum melakukan aksi yang sebenar nya (sign-up email atau forum misal nya), nah…itu lah CAPTCHA.
Terdapat banyak implementasi CAPTCHA pada aplikasi-aplikasi web yang populer seperti phpBB, wordpress, phpNuke, dsb. Dan umum nya memastikan bahwa yang berinteraksi dengan sistem saat ini adalah manusia, bukan mesin (seperti bot). Banyak sekali terdapat bot yang disebar pada internet memasukan comment yang sifat nya iklan ataupun mengganggu ke dalam media blog ataupun forum, dan bot ini umum nya dibuat dengan suatu script program. Dengan adanya CAPTCHA maka bot-bot tersebut dapat dicegah sehingga tidak dapat melakukan registrasi, post comment, dsb.
reCAPTCHA menggunakan metode baru dalam melakukan CAPTCHA, yaitu memanfaatkan 2 hal: Kata-kata yang tidak dapat dibaca dengan OCR (Optical Computer Recognition), dan manusia. Manusia?!Yups, kita bisa baca selengkapnya dari situs resmi nya di sini.
OCR (Optical Computer Recognition) dapat digunakan untuk mengubah hasil scan suatu buku (dalam bentuk gambar) kedalam suatu bentuk dokumen teks. Kita semua tentu tahu mengenai e-book. Pengubahan bentuk scan yang awalnya berupa gambar kedalam bentuk dokument teks dibutuhkan untuk berbagai tujuan, salah satu nya adalah agar mudah di-search oleh search engine. Namun adakalanya OCR tidak mampu membaca karakter hasil scan tersebut sehingga menghasilkan tulisan yang salah, misal nya seperti ini:
Kita bisa katakan reCAPTCHA adalah suatu project mutualisme dengan beberapa tujuan, yaitu: Meningkatkan kualitas CAPTCHA pada suatu sistem terhadap serangan bots, dan membantu proses book digitizing (pembuatan buku digital) dalam mengenali kata-kata yang tidak bisa dibaca oleh OCR. Ini adalah suatu project yang menarik :).
Bagaimana hal ini bisa terjadi?!silahkan baca statement berikut ini dari situs recaptcha:
About 60 million CAPTCHAs are solved by humans around the world every day. In each case, roughly ten seconds of human time are being spent. Individually, that’s not a lot of time, but in aggregate these little puzzles consume more than 150,000 hours of work each day. What if we could make positive use of this human effort? reCAPTCHA does exactly that by channeling the effort spent solving CAPTCHAs online into “reading” books.
Pengguna internet di dunia semakin banyak, dan semakin banyak orang yang setiap hari nya harus memecahkan challange dari CAPTCHA (dalam arti, membaca image CAPTCHA dan menuliskan hasil nya untuk autentifikasi) seperti posting comment di blog. Dan peran manusia dalam memecahkan challange CAPTCHA tersebut digambarkan oleh quote diatas, yang berarti ada sekitar 60 juta CAPTCHA yang di baca oleh manusia diseluruh dunia perhari nya. Jumlah inilah yang dimanfaatkan oleh reCAPTCHA.
Berikut langkah mudah nya:1. reCAPTCHA akan memberikan 2 kata dalam bentuk image ke user sebagai CAPTCHA, 1 dari 2 kata tersebut merupakan image yang diambil dari hasil kegagalan OCR dalam membaca image untuk di konversi ke teks, dalam arti ‘jawaban’ dalam bentuk teks untuk image tersebut belum dapat dibaca oleh komputer dimanapun sehingga tidak mungkin bots dapat membaca nya, hanya manusia yang dapat membaca nya. 1 kata lagi merupakan image yang sudah dapat dibaca oleh komputer namun tetap sulit bagi bot.2. Kita tidak tahu mana kata yang bisa dibaca ataupun tidak bisa dibaca oleh komputer, namun pada proses verifikasi sistem akan menerima kedua nya dan apabila jawaban pada jenis kata yang sudah diketahui ‘bentuk teks’ nya memang benar maka diasumsikan kata kedua yang belum diketahui jawaban nya juga benar, dan diasumsikan user adalah manusia. Namun kata yang belum diketahui jawaban nya tersebut tidak langsung digunakan sebagai ‘known words’, namun masih digunakan untuk authentifikasi terhadap beberapa user lain dengan status ‘unknown words’, hal ini digunakan sebagai uji coba agar kata yang gagal dikenali oleh OCR tersebut mendapatkan jawaban yang akurat. Hasil nya nanti digunakan pada proses OCR selanjut nya saat membaca image dengan bentuk seperti itu, dan OCR sudah tahu bentuk image seperti itu akan di konversi kedalam bentuk teks seperti apa. Nah, inilah yang dimaksud memanfaatkan manusia untuk membantu OCR dalam mengenali bentuk image yang hanya bisa dibaca oleh manusia.
3.)Apple III dan Lisa
Memasuki dekade 1980, Apple menghadapi kompetisi dalam bisnis komputer pribadi. Salah satu penantang besar adalah IBM, perusahaan ternama pertama di bidang komputer. Komputer IBM yang menggunakan sistem operasi DOS yang dilisensi kepada IBM oleh Microsoft meraih porsi yang besar dalam pangsa pasar komputer meja untuk perusahaan besar yang tergolong masih muda.
Beberapa perusahaan yang lebih kecil menggunakan Apple II, tetapi Apple merasa perlu mengeluarkan model baru yang lebih maju untuk bersaing di bidang komputer meja bagi perusahaan besar. Maka, para perancang Apple III dipaksa untuk mengikuti keinginan Steve Jobs yang terlalu tinggi dan mustahil untuk dipenuhi. Salah satu diantaranya adalah menghilangkan kipas pendingin - yang, katanya, menurut Steve Jobs tidak elegan. Mesin baru tersebut kemudian sangat sering mengalami overheating dan sebagian model awalnya harus ditarik dari pasaran. Apple III tergolong sangat mahal walaupun Apple berusaha mengeluarkan versi yang diperbaiki di tahun 1983 yang juga gagal di pasaran.
Sementara, beberapa grup di dalam Apple juga berusaha mengembangkan jenis komputer pribadi baru, dengan teknologi maju seperti antarmuka pengguna grafis, mouse, object-oriented programming dan kemampuan menggunakan network. Orang-orang tersebut, termasuk Jef Raskin dan Bill Atkinson mencoba meyakinkan Steve Jobs untuk memberikan dukungan sepenuhnya dalam mengembangkan ide mereka.
Hanya setelah mereka membawa Steve Jobs untuk melihat teknologi yang dikembangkan di Xerox PARC dalam komputer Alto pada bulan Desember 1979 maka yakinlah Steve Jobs bahwa masa depan akan menghadirkan komputer yang grafik-intensif, icon-friendly dan didukung baik oleh tim Apple Macintosh ataupun Apple Lisa walaupun mereka adalah saingan satu sama lainnya. Walaupun ide tersebut mengundang ketidak-setujuan ahli riset dari PARC, banyak yang akhirnya bekerja untuk Apple seperti Larry Tesler, Xerox mengijinkan insinyur dari Apple untuk mengunjungi fasilitas PARC dengan perjanjian bahwa Apple akan menjual satu juta saham mereka sebelum perusahaan tersebut go-public (total harga saat itu berkisar AS$18 juta). Apple Lisa dilepas pada bulan January 1983 dengan harga AS$ 10.000. Sekali lagi, Apple mengenalkan produk yang tergolong sangat maju pada saat itu, tetapi terlalu mahal (kesalahan ini akan terus diulang Apple selama beberapa tahun kedepan), dan sekali lagi Apple gagal meraih pasaran yang tersedia. Apple Lisa kemudian diberhentikan pada tahun 1986.
4.)Windows 1.0Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Microsoft Windows 1.0 merupakan versi pertama sistem operasi dalam dunia sistem operasi berbasis Graphical User Interface (GUI) yang dibuat oleh Microsoft Corporation . Versi ini sebenarnya diluncurkan pertama kali pada tanggal 10 November 1983, tapi tidak pernah keluar ke pasar publik sebelum bulan November 1985, karena banyaknya hambatan yang terjadi ketika pengembangan berlangsung.
Windows 1.x bukanlah merupakan sebuah paket sistem operasi GUI—seperti halnya Apple dengan Lisa dan Macintosh-nya, tetapi hanya merupakan paket GUI tambahan yang berjalan di atas DOS, karena itulah, nama kode yang digunakannya adalah Interface Manager. Windows 1.x menggunakan tampilan bitmap (device independent bitmap atau disingkat DIB) dan menambahkan mouse sebagai satu lagi perangkat yang dapat digunakan untuk mengoperasikan Windows.
Windows 1.x juga mendukung multitasking antar banyak program. Hal ini tentu saja merupakan peningkatan yang sangat penting jika dibandingkan dengan DOS, yang hanya dapat menjalankan satu program saja (single-tasking) pada satu waktu. Karena Windows 1.0 merupakan masih berbasiskan DOS, hanya satu aplikasi saja yang boleh berjalan di muka (foreground application), sedangkan aplikasi yang berjalan di latar belakang (background application) diberhentikan secara sementara hingga pengguna mengaktifkannya kembali. Metode ini disebut juga dengan cooperative multitasking.
Pada versi pertama ini, Microsoft mengintegrasikan banyak program tambahan, seperti Microsoft Paintbrush, Write, Notepad, Calendar, Calculator, CardFile, dan juga Clipboard. Game yang disediakan pun hanya satu: Reversi. Sebagai shell untuk mengatur berkas, digunakanlah MS-DOS Executive. Fungsinya sama saja dengan kebanyakan shell yang beredar di pasaran seperti Norton Commander atau DOS Shell, tapi MS-DOS Executive berjalan di atas Windows, sementara kedua shell tersebut berjalan di atas DOS.
Windows versi 1.x juga mendukung MS-DOS prompt langsung dari Windows, sehingga pengguna tidak perlu keluar ke DOS terlebih dahulu untuk menjalankan program DOS.
5.)Windows Vista adalah nama dari versi terbaru Microsoft Windows, sistem operasi berbasis grafis dari Microsoft yang digunakan pada komputer pribadi (PC), baik untuk pengguna rumahan maupun bisnis, pada komputer laptop, maupun media center.
Sebelum diumumkan dengan nama Windows Vista pada 22 Juli 2005, sistem operasi ini lebih dikenal dengan codename Longhorn (berasal dari nama Longhorn Saloon, sebuah bar terkenal di Whistler, British Columbia, Kanada).
Microsoft meluncurkan Windows Vista pada 8 November 2006 untuk pengguna bisnis, dan 30 Januari 2007 untuk pengguna rumahan. Dengan demikian, peluncuran Windows Vista ini berjarak lebih dari lima tahun sejak peluncuran Windows XP pada 25 Oktober 2001.
Sabtu, 20 Oktober 2007
aRtikeL ab0ut kEcerdaSan bUatan [5]
Resensi Buku : Kecerdasan Buatan - Menajamkan Otak TumpulDjoko SardjonoKECERDASAN buatan (artificial intelligence) merupakan inovasi baru di bidang ilmu pengetahuan. Mulai ada sejak muncul komputer modern, yakni pada 1940 dan 1950. Ini kemampuan mesin elektronika baru menyimpan sejumlah besar info, juga memproses dengan kecepatan sangat tinggi menandingi kemampuan manusia.
Apa kecerdasan buatan itu? Bagian dari ilmu pengetahuan komputer ini khusus ditujukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam sistem kecerdasan komputer. Sistem memperlihatkan sifat-sifat khas yang dihubungkan dengan kecerdasan dalam kelakuan atau tindak-tanduk yang sepenuhnya bisa menirukan beberapa fungsi otak manusia, seperti pengertian bahasa, pengetahuan, pemikiran, pemecahan masalah, dan lain sebagainya.
Kecerdasan buatan mungkin satu dari perkembangan yang paling penting di abad ini. Hal ini akan memengaruhi kehidupan negara-negara yang memainkan peranan penting dalam perkembangan kecerdasan buatan, yang kemudian muncul sebagai negara-negara adikuasa.
Pentingnya kecerdasan buatan menjadi nyata bagi negara-negara yang berperan sejak tahun 1970. Para pemimpin negara yang mengakui potensialnya kecerdasan buatan mengharap mendapat persetujuan jangka panjang untuk sumber-sumber yang memerlukan dana intensif.
Jepang adalah yang pertama kali melakukan itu. Negara ini mengembangkan program yang sangat berambisi dalam penelitian kecerdasan buatan.
Sebagai bidang ilmu pengetahuan komputer, kecerdasan buatan sebenarnya sudah mulai diselidiki pada 1930-an dan 1940-an. Waktu itu banyak cendekiawan mengembangkan ide-ide baru mengenai komputasi. Logika matematika selanjutnya menjadi bidang aktif dari penyelidikan kecerdasan buatan, karena sistem logika deduktif telah berhasil diimplementasikan dalam program-program komputer.
Seorang ahli matematika bernama Alan Turing, yang memiliki sumbangan besar dalam pengembangan teori kemampuan penghitungan (computability), bergumul dengan pertanyaan apakah sebuah mesin dapat berpikir atau tidak. Uji yang dilakukan adalah dengan mengukur kinerja (performance) mesin cerdas. Uji Alan Turing menjadi dasar bagi banyak strategi yang digunakan dengan menilai program-program kecerdasan buatan.
Awalnya, kecerdasan buatan hanya ada di universitas-universitas dan laboratorium penelitian, dan hanya sedikit produk yang dihasilkan dan dikembangkan. Menjelang akhir 1970-an dan 1980-an, mulai dikembangkan secara penuh dan hasilnya berangsur-angsur dipublikasikan di khalayak umum.
Permasalahan di dalam kecerdasan buatan akan selalu bertambah dan berkembang seiring dengan laju perkembangan zaman menuju arah globalisasi dalam setiap aspek kehidupan manusia, yang membawa persoalan-persoalan yang semakin beragam pula. Bidang-bidang yang hampir bersangkutan dengan kecerdasan buatan termasuk keahlian teknik atau teknik mesin, terutama listrik dan teknik mekanik, bahasa, psikologi, ilmu kognitif, dan filosofi. Robotik juga dianggap oleh beberapa peneliti sebagai cabang kecerdasan buatan, tapi yang ini tidak umum.
Dibandingkan dengan program konvensional, program kecerdasan buatan lebih sederhana dalam pengoperasiannya, sehingga banyak membantu pemakai. Program konvensional dijalankan secara prosedural dan kaku, rangkaian tahap solusinya sudah didefinisikan secara tepat oleh pemrogramnya. Sebaliknya, pada program kecerdasan buatan untuk mendapatkan solusi yang memuaskan dilakukan pendekatan trial and error, mirip seperti apa yang dilakukan oleh manusia. Program konvensional tidak dapat menarik kesimpulan seperti halnya pada program kecerdasan buatan kendati dengan informasi-informasi yang terbatas.
Buku Kecerdasan Buatan yang ditulis Andri Kristanto, dosen Ilmu Komputer Universitas Widya Dharma Klaten, cocok dan layak untuk dibaca para mahasiswa jurusan teknik informatika, manajemen informatika, ilmu komputer, atau jurusan lain yang sesuai.
Sumber : Media Indonesia (14 Oktober 2005)
Angkatan Udara AS (USAF) kini tengah m,engembangkan sistem kendali penerbangan untuk pesawat militer dan rudal dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Tujuannya adalah membantu kestabilan terbang pada saat-saat krisis, sehingga pilot lebih mudah dalam mengatasi kerusakan pada pesawat serta mengurangi kemungkinan jatuhnya korban. Sistem pengendalian yang didasarkan pada jejaring teknologi neural ini dikembangkan bersama dengan Georgia Institute of Technology di Atlanta. Sistem ini sekarang telah siap untuk diuji-cobakan pada beberapa jenis pesawat tak berawak USAF, seperti UCV atau pesawat tempur tanpa awak serta pesawat angkasa VentureStar. UCV adalah proyek dari badan riset USAF untuk membuktikan kemungkinan pemakaian pesawat tak berawak untuk melakukan serangan udara. Menurut USAF, sistem neural untuk kendali penerbangan ini menawarkan kestabilan yang nyaris sempurna dan langsung pada saat timbul kerusakan atau kegagalan pada sistem kendali konvensional. Sistem itu secara otomatis juga menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungannya, seperti berat pesawat, kerusakan sayap dan sebagainya. Pengembangan sistem ini telah dimulai sejak 1996, dan sampai tahun lalu telah menghabiskan biaya 2,5 juta dollar. (rb)
Jun 3rd, 2007 by estri
Istilah kecerdasan buatan sebenarnya berasal dari bahasa Inggris: “Artificial Intelligence”. Jika diartikan tiap kata, artificial artinya buatan, sedangkan intelligence adalah kata sifat yang berarti cerdas. Jadi artificial intelligence maksudnya adalah sesuatu buatan atau suatu tiruan yang cerdas. Cerdas di sini kemungkinan maksudnya adalah kepandaian atau ketajaman dalam berpikir, seperti halnya otak manusia dalam menyelesaikan suatu masalah.
Secara awam kecerdasan buatan diterjemahkan sebagai sebuah sistem saraf, atau sensor atau otak yang diciptakan oleh sebuah mesin. Sebenarnya kecerdasan buatan merujuk kepada mesin yang mampu untuk berpikir, menimbang tindakan yang akan diambil, dan mampu mengambil keputusan seperti yang dilakukan oleh manusia.
Alan Turing, ahli matematika berkebangsaan Inggris yang dijuluki bapak komputer modern dan pembongkar sandi Nazi dalam era Perang Dunia II tahun 1950, dia menetapkan definisi Artificial Intelligent : Jika komputer tidak dapat dibedakan dengan manusia saat berbincang melalui terminal komputer, maka bisa dikatakan komputer itu cerdas, mempunyai intelegensi.
Kecerdasan buatan itu sesuatu yang diciptakan oleh manusia, untuk menggantikan manusia. Jadi bisa jadi kecerdasan buatan itu merupakan suatu ancaman.
Walau pun menyadari bahwa kecerdasan buatan bisa jadi adalah suatu ancaman untuk manusia, tapi manusia masih saja mengembangkan apa yang disebut dengan kecerdasan buatan. Manusia masih saja mencoba mengembangkan / mendapatkan sesuatu (teknologi) yang baru, yang dapat berpikir seperti manusia. Hal ini terjadi karena adanya ketidakpuasan dalam diri manusia, manusia ingin mendapatkan sesuatu dengan cara yang lebih mudah. Lagipula memang ada keterbatasan-keterbatasan dalam diri manusia, seperti otak manusia yang hanya mampu berpikir dengan frekuensi kira-kira 100 Hz dan karena manusia mempunyai rasa capai. Bandingkan dengan komputer sekarang yang mampu mengolah data dengan frekuensi 4 GHz. Komputer juga tidak mempunyai rasa capai walau pun harus mengolah data yang sama berulang-ulang.
Walaupun terasa sangat futuristik dan terlihat berbahaya, karena mesin nantinya akan memiliki kecerdasan dan emosi, para pakar AI menganggap pengembangan disiplin ilmu ini penting karena bisa diterapkan di Internet nantinya. Misalnya saja, di masa mendatang ketika Anda mengunjungi sebuah situs agen perjalanan, maka di layar komputer akan muncul wajah seorang wanita yang sangat sempurna karena semuanya berupa ciptaan komputer. Uniknya, Anda akan mampu bercakap-cakap dengan wanita artifisial ini, seperti layaknya Anda berbicara dengan staff wanita beneran di counter biro perjalanan. Kalau ini tercapai, maka pelayanan dapat diberikan 100% online, dengan akurasi yang sangat tinggi. Terutama dari konsistensi, keramahan, kecepatan dan akurasi pelayanan. Lain kalau kita menggunakan staff manusia asli yang konsistensinya tidak bisa akurat karena terpengaruh kepada kondisi fisik dan emosi saat itu.
Saat ini sudah banyak teknologi kecerdasan buatan yang dihasilkan dan dipakai oleh manusia. Misalnya saja pada robot Asimo yang bisa menari dan berjalan, atau pada permainan komputer yang dirancang untuk membuat manusia berpikir keras untuk mengalahkannya. Contoh lain ada di industri otomotif. Adanya teknologi komputer yang mampu mengolah data dengan cepat dipakai untuk memberikan peringatan pada pengemudi mobil untuk menghindari terjadinya tabrakan.
Konsep Kecerdasan BuatanBook Category : Literatur KomputerISBN 979-763-137-0Author: Anita Desiani, Muhammad Arhami16 x 23 cm, 274 hlmCetakan I, 2006Harga Awal: Rp.34900
Saat ini kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) merupakan bidang ilmu komputer yang semakin berkembang pesat. Banyak aplikasinya yang telah digunakan untuk kemajuan teknologi automatisasi, seperti sistem pakar, robotika, sistem sensor, game playing, peramalan menggunakan jaringan syaraf tiruan dan masih banyak lagi.
Untuk memahami bagaimana AI bekerja dan prinsip-prinsip suatu teknologi yang berbasis AI serta menjadikan suatu tingkah laku (behaviour) mesin yang cerdas seperti manusia, Anda harus mengetahui dasar-dasarnya. Buku ini hadir untuk maksud tersebut, menyajikan konsep dasar dari kecerdasan buatan. Buku AI ini ditujukan bagi siapa saja yang berminat menekuni bidang AI dan ingin menggali lebih dalam rahasia-rahasia yang terpendam dari bidang ini. Buku ini dapat juga dijadikan sebagai buku teks atau referensi bagi mahasiswa yang mengambil matakuliah berkaitan dengan AI.
Kecerdasan buatan, diantaranya, meliputi:
* game komputer: program komputer untuk memainkan game seperti catur* sistem pakar (expert systems): program komputer untuk membuat keputusan pada situasi nyata (seperti mendiagnosa penyakit berdasar gejala-gejala yang ada)* bahasa alami (natural language): program komputer untuk memahami bahasa alami manusia* jaringan saraf (neural networks): sistem yang mensimulasikan kecerdasan dengan meniru kerja saraf manusia* robot: program komputer untuk digunakan dalam melihat dan bereaksi berdasar rangsangan yang diterima oleh sensor.
Minggu, 07 Oktober 2007
aRtiKeL ab0ut k0mPiLer [5]
Delphi
Ide munculnya Delphi sebenarnya berasal dari bahasa pemrograman yang cukup terkenal, yaitu Pascal. Pada tahun 1992 Borland International menggabungkan Turbo Pascal for DOS dan Turbo Pascal For Windows menjadi satu paket bahasa pemrograman yang dikenal dengan nama Borland Pascal versi 7. Karena pemrograman Windows dengan Borland Pascal masih dirasa cukup sulit, maka sejak tahun 1993 Borland International mengembangkan bahasa Pascal yang bersifat Visual. Hasil dari pengembangan ini adalah dirilisnya Borland Delphi tahun 1995.Sekitar satu tahun sesudahnya, yaitu tahun 1996, Borland International merilis Borland Delphi 2 yang dikhususkan untuk sistem operasi Windows 95 dan Windows NT. Sampai saat ini Borland telah merilis versi terbarunya yaitu Borland Delphi 6.
Borland Delphi 6 adalah lingkungan pengembang aplikasi cepat yang pertama untuk Windows yang mendukung penuh layanan Web. Dengan Delphi 6, pengembang kelompok atau individu dapat membentuk generasi berikutnya dari aplikasi e-business di Internet dengan cepat dan mudah.
2.)
Kompilator (Inggris: compiler) adalah sebuah program komputer yang berguna untuk menerjemahkan program komputer yang ditulis dalam bahasa pemrograman tertentu menjadi program yang ditulis dalam bahasa pemrograman lain.
Terlepas dari pengertiannya yang demikian relatif luas, istilah kompilator biasa digunakan untuk program komputer yang menerjemahkan program yang ditulis dalam bahasa tingkat-tinggi (semacam bahasa Pascal, C++, BASIC, FORTRAN, Visual-Basic, Visual C#, Java, xBase, atau COBOL) menjadi bahasa mesin, biasanya dengan bahasa Assembly (assembler) sebagai perantara.Kompilator berbeda dengan assembler karena biasanya kompilator akan menghasilkan kode obyek (object code) yang bisa berupa file executable pada sisten operasi Windows atau file bin pada sisten operasi berbasis Unix.
Kompilator melakukan proses kompilasi dengan cara menganalisis kode sumber secara keseluruhan, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kompilasi lebih lama, namun hasilnya lebih cepat dalam proses eksekusi daripada program yang dibuat dengan menggunakan teknik interpretasi dengan interpreter.
3.)
Microsoft InfoPath
Microsoft InfoPath (nama lengkapnya adalah Microsoft Office InfoPath) adalah sebuah program aplikasi yang digunakan untuk mengembangkan formulir pemasukan data berbasis XML, yang dirilis pertama kali sebagai bagian dari Microsoft Office System 2003, dan kini menjadi bagian dari Microsoft Office System 2007. Ketika dikembangkan, InfoPath memiliki nama kode XDocs, dan menawarkan fitur-fitur seperti kemampuannya untuk membuat dan menampilkan dokumen XML dengan dukungan terhadap skema XML yang didefinisikan sendiri. Aplikasi ini juga dapat dikonfigurasikan agar dapat terhubung terhadap sistem eksternal dengan menggunakan XML Web Services melalui Microsoft XML Parser (MSXML) dan SOAP Toolkit. Selain itu, sistem back-end dan middle-tier juga dapat dikonfigurasikan agar dapat berkomunikasi dengannya dengan menggunakan standar-standar layanan Web seperti SOAP, UDDI, dan WSDL. Mengingat InfoPath adalah program pengolah XML, maka adalah mungkin mengolah data tersebut dengan menggunakan pengolah XML lainnya.
4.)
yang merupakan singkatan dari Common Business Oriented Language. Bahasa ini terbagi menjadi empat divisi, yaitu Identification Division, Environtment Devision, Data Devision dan Prosedure Devision. Susunan bahasa ini sangat rapi dan teliti sehingga menyerupai tulisan seorang manajer pada saat membuat laporan ataupun seorang pengarang sedang membuat bukuPada tahun 1959, CODASYL (Conference on Data System Language) didirikan dengan anggota yang terdiri dari wakil-wakil pemakai komputer dan pabrik. Dua tahun kemudian, spesifikasi pertama dihasilkan dengan nama COBOL. Akhirnya COBOL menjadi bahasa pemrograman yang digunakan paling luas dalam aplikasi komersial ataupun bisnis. Lebih dari 40% instalasi komputer didunia masih menggunakan COBOL.
COBOL juga bisa dianggap sebagai suatu bahasa yang menggunakan sistem dokumentasi yang rapi dan teliti seperti halnya bahasa Inggris. Dengan adanya hal ini, pemakai menjadi mudah untuk membaca dan mengerti, dan programmer juga menjadi mudah untuk melakukan debug atau pemeriksaan program. Persoalan bisnis selalu memerlukan adanya data dalam jumlah yang besar, serta kecepatan untuk memprosesnya. COBOL menjawab dengan instruksi-instruksi yang sederhana dan mudah dimengerti.
5.)
Visual Basic dari Microsoft Corporation,
merupakan bahasa pemrograman yang secara cepat dan mudah dapat digunakan untuk membuat aplikasi pada Microsoft Windows.Kata "Visual" yang ada, menunjukkan cara yang digunakan untuk membuat graphical user interface (GUI). Dengan cara ini kita tidak lagi memerlukan penulisan instruksi pemrograman dalam kode-kode baris, tetapi dengan secara mudah kita dapat melakukan drag dan drop objek-objek yang akan kita gunakan.
Kata "Basic" merupakan bagian bahasa BASIC (Beginners All-purpose Symbolic Instruction Code), yaitu sebuah bahasa pemrograman yang dalam sejarahnya sudah banyak digunakan oleh para programmer untuk menyusun aplikasi. Visual Basic dikembangkan dari bahasa pemrograman BASIC dan sekarang banyak berisi statemen, fungsi, dan keyword, yang beberapa diantaranya terhubung ke Windows GUI. Versi terbaru program ini menggunakan nomor versi 6.0
Visual Basic 6.0 dapat digunakan dalam tiga edisi, dimana setiap edisinya menunjukkan fasilitas dan kemampuan sendiri-sendiri.
Edisi Learning
Edisi Professional
Di dalam edisi ini disertakan tool-tool yang lengkap. Di samping berisi semua fasilitas yang ada dalam edisi Learning, juga ditambah kontrol ActiveX, Desainer Aplikasi Informasi Internet, Integrated data Tools dan Data Environment, Active Data Objects, serta Dynamic HTML Page Designer.
Edisi Enterprise
ini memberikan ijin kepada para profesional untuk membuat aplikasi dalam sebuah tim. di dalamnya dimasukkan semua fasilitas yang ada pada edisi Professional, ditambah tool Back Office seperti SQL Server, Microsoft Transaction Server, Internet Information Server, Visual SourceSafe, SNA Server, dan masih banyak yang lainnya.
Keuntungan Menggunakan Visual Basic
Produk-produk Microsoft lainnya seperti Microsoft Word, Excel, ataupun Access, menyediakan fasilitas untuk mengoptimalkan kegiatan melalui fasilitas makro. Jika kita perhatikan, makro merupakan pemrograman yang dikhususkan untuk program aplikasi tersebut. Sintaks bahasa Basic juga digunakan dalam pemrograman ini atau disebut dengan Visual Basic for Application (VBA). Dengan demikian, jika kita telah mengenal Visual Basic, kita akan dengan mudah untuk melakukan pemrograman menggunakan aplikasi-aplikasi ini.
Dengan semakin banyaknya orang yang menggunakan Internet, peluang memanfaatkan Internet untuk tujuan bisnis sudah merupakan hal yang tidak terelakkan lagi . Untuk mengantisipasi hal ini, Microsoft juga telah merencanakan untuk mengembangkan pemrograman khusus Internet yang menggunakan bahasa Visual Basic yang disebut dengan Visual Basic Script.
Senin, 01 Oktober 2007
aRtikEL tEntaNg gRafiKa k0mPuteR [5]
Grafika komputer itu sebenarnya mempelajari tentang apa saja?bisa dijelaskan...?
Grafika komputer akhir-akhir ini mulai dirasa sangat penting dan mencakup hampir semua bidang kehidupan seiring dengan semakin pentingnya sistem komputer dalam berbagai kegiatan. Grafika komputer merupakan gambar atau grafik yang dihasilkan oleh komputer. Teknik-teknik yang dipelajari dalam grafika komputer adalah teknik-teknik bagaimana membuat atau menciptakan gambar dengan menggunakan komputer. Ada beberapa program, dari yang sederhana sampai program yang sangat kompleks, yang dapat digunakan untuk membuat gambar komputer, antara lain Paint, Microsoft Photo Editor, Adobe Photoshop, Maya, Autocad, 3D Space Max, dan lain-lain. Grafika komputer akhir-akhir ini mulai dirasa sangat penting dan mencakup hampir semua bidang kehidupan seiring dengan semakin pentingnya sistem komputer dalam berbagai kegiatan. Grafika komputer merupakan gambar atau grafik yang dihasilkan oleh komputer. Teknik-teknik yang dipelajari dalam grafika komputer adalah teknik-teknik bagaimana membuat atau menciptakan gambar dengan menggunakan komputer. Ada beberapa program, dari yang sederhana sampai program yang sangat kompleks, yang dapat digunakan untuk membuat gambar komputer, antara lain Paint, Microsoft Photo Editor, Adobe Photoshop, Maya, Autocad, 3D Space Max, dan lain-lain.
Category : Desain GrafisISBN 979-763-068-4Author: Achmad Basuki, Nana Ramadijanti16 x 23cm, 112hlm.Cetakan I, 2006Harga Awal: Rp.19500
Grafika komputer akhir-akhir ini mulai dirasa sangat penting dan mencakup hampir semua bidang kehidupan seiring dengan semakin pentingnya sistem komputer dalam berbagai kegiatan. Grafika komputer merupakan gambar atau grafik yang dihasilkan oleh komputer. Teknik-teknik yang dipelajari dalam grafika komputer adalah teknik-teknik bagaimana membuat atau menciptakan gambar dengan menggunakan komputer. Ada beberapa program, dari yang sederhana sampai program yang sangat kompleks, yang dapat digunakan untuk membuat gambar komputer, antara lain Paint, Microsoft Photo Editor, Adobe Photoshop, Maya, Autocad, 3D Space Max, dan lain-lain.
Buku ini membahas: ? Materi grafika komputer? Primitive drawing? Grafik 2 dimensi dan 3 dimensi? Transformasi objek? Membuat Grafik 3D yang lebih baik? Shading dan optical view? Morphing
Animasi, atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-"putar" sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan film animasi 3 dimensi daripada film animasi 2 dimensi.Wayang kulit merupakan salah satu bentuk animasi tertua di dunia. Bahkan ketika teknologi elektronik dan komputer belum diketemukan, pertunjukan wayang kulit telah memenuhi semua elemen animasi seperti layar, gambar bergerak, dialog dan ilustrasi musik.
4.)
Grafika komputer 3D (Inggris: 3D Computer graphics) adalah representasi dari data geometrik 3 dimensi sebagai hasil dari pemrosesan dan pemberian efek cahaya terhadap grafika komputer 2D. Hasil ini kadang kala ditampilkan secara waktu nyata (real time) untuk keperluan simulasi. Secara umum prinsip yang dipakai adalah mirip dengan grafika komputer 2D, dalam hal: penggunaan algoritma, grafika vektor, model frame kawat (wire frame model), dan grafika rasternya.Grafika komputer 3D sering disebut sebagai model 3D. Namun, model 3D ini lebih menekankan pada representasi matematis untuk objek 3 dimensi. Data matematis ini belum bisa dikatakan sebagai gambar grafis hingga saat ditampilkan secara visual pada layar komputer atau printer. Proses penampilan suatu model matematis ke bentuk citra 2 D biasanya dikenal dengan proses 3D rendering.
Ada usul agar artikel atau bagian dari artikel Grafik komputer digabungkan ke artikel atau bagian ini. (Perbincangkan)Grafika komputer (Inggris: Computer graphics) adalah bagian dari ilmu komputer yang berkaitan dengan pembuatan dan manipulasi gambar (visual) secara digital. Bentuk sederhana dari grafika komputer adalah grafika komputer 2D yang kemudian berkembang menjadi grafika komputer 3D, pemrosesan citra (image processing), dan pengenalan pola (pattern recognition). Grafika komputer sering dikenal juga dengan istilah visualisasi data.
Bagian dari grafika komputer meliputi:Geometri: mempelajari cara menggambarkan permukaan bidangAnimasi: mempelajari cara menggambarkan dan memanipulasi gerakanRendering: mempelajari algoritma untuk menampilkan efek cahayaCitra (Imaging): mempelajari cara pengambilan dan penyuntingan gambar.
Senin, 24 September 2007
aRtiKeL ab0ut GIS
Berkenalan dengan GIS
Dengan teknologi GIS, sebuah instansi tidak hanya dapat membuat perencanaan tata kota dnegan lebih baik saja. Namun, teknologi ini juga dapat membantu menentukan daerah mana saja yang memiliki potensi bencana ataupun menentukan lokasi penyebaran penyakit tertentu.Bencana yang menimpa Aceh pada 26 Desember 2004 yang lalu telah menjadi sebuah pukulan yang besar bagi rakyat di Indonesia. Sejak tanggal tersebut, semua perhatian seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia tertumpu ke Aceh. Sebagian besar wilayah Aceh hancur total termasuk infrastruktur daerah. Sehingga membangun Aceh kembali menjadi salah satu pekerjaan yang tidak mudah. Banyak bantuan ditawarkan untuk membantu pemerintah. Mulai dari dana, relawan, sampai bantuan pembangunan pun berdatangan. Seperti apa Aceh baru akan dilahirkan dan bagaiamana memutuskan jabang bayi baru tersebut?
Banyak pendapat bermunculan. Mulai dari yang membawa kepentingan sendiri sampai kepentingan bersama. Mulai dari sisi ekonomi, masayarakat, pendidikan, dan banyak lagi telah menjadi masukan bagi pemerintah yang akan membangun Aceh nantinya. Salah satu masukan yang menarik yang mungkin dapat menjadi pertimbangan adalah masukan yang diberikan oleh sebuah forum sipil bernama RS-GIS Forum (Remote Sensing-Geographic Information System).
Bulan Januari lalu, RS-GIS Forum mengadakan sebuah workshop yang berjudul “Identifikasi dan Analisis Kerusakan Aceh-Sumut Pasca Gempa dan Tsunami dengan Teknologi Satelit dan SIG”. Yang kemudian dilanjutan dengan workshop kedua pada bulan berikutnya.
RS-GIS Forum mengusulkan agar perencanaan pembangunan Aceh dilakukan dengan memanfaatkan teknologi GIS. Apa yang dimaksud dengan GIS? Dan konstribusi apa yang dapat dilakukan oleh GIS?
GIS/SIG Bukan PetaGIS adalah singkatan dari Geographic Information Systems. Dalam bahasa Indonesia sendiri, GIS disingkat SIG yang artinya Sistem Informasi Geografi. Sistem Informasi Geografi adalah sebuah sistem yang dapat membantu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang informasi dari sebuah tempat. Hasil akhir SIG dapat juga disebut Smart Maps. Hal ini dikarenakan hasil akhir SIG memang merupakan sebuah peta yang dilengkapi dengan data yang dibutuhkan oleh si pembuatnya. Smart Maps inilah yang nantinya dapat membantu user, baik dalam menganalisis ataupun mengambil keputusan terhadap suatu daerah.
Tidak seperti peta pada umumnya yang tidak memberikan informasi yang lengkap atau tidak jarang memberikan data yang justru tidak dibutuhkan. Peta yang dihasilkan SIG jauh lebih tepat guna dalam pemanfaatannya bagi user tertentu (tergantung pada kebutuhan).
Contohnya, seorang pengusaha yang ingin membuat cabang tokonya, maka pengusaha tersebut akan menganalisis sebuah peta yang berisikan informasi di mana letak konsumen terbanyak dan bagaimana latar belakang sosial ekonomi daerah tersebut. Kemudian dari peta tersebut seorang pengusaha dapat mengetahui posisi atau lokasi terbaik cabangnya. Atau untuk pemerintah daerah dalam membuat perencanaan kota. Seperti yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta.
Tentu saja peta SIG yang dimiliki oleh pengusaha dan pemerintah kota akan berbeda meskipun keduanya menggunakan peta dasar yang sama, yaitu kota Jakarta, keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Sehingga informasi yang dapat diperoleh pun akan berbeda.
SIG ini sendiri di Indonesia belum terlalu dikenal secara luas. Masih banyak hal yang belum memanfaatkan SIG. Padahal dalam hal membuat perencanaan SIG dapat menjadi alat bantu yang sangat dapat diandalkan.
Berlapis-lapisSeperti yang dikatakan sebelumnya bahwa peta SIG terdiri dari data yang memang dibutuhkan oleh pembuatnya. Data tersebut disusun secara berlapis di atas peta dari sebuah lokasi yang akan dianalisis. Kemudian data tersebut disatukan dan memebentuk sebuah pola. Data dapat diperoleh dari mana saja. Bisa dari data hasil penelitian, pengamatan satelit atau dari sebuah pusat database tertentu (seperti sensus penduduk, atau data konsumen). Selama data berbentuk spasial, maka data dapat dipresentasikan secara langsung pada peta. Jika data bukan merupakan data spasial, maka data dapat diletakkan pada peta dengan bentuk simbol-simbol yang diinginkan oleh si pembuat peta.
Yang dimaksud dengan data spasial adalah data yang berisikan informasi visual, seperti gambar pengamatan cuaca di atas peta yang akan digunakan untuk menganalisis sistem pengairan. Sedangkan yang dimaksud dengan data nonspasial adalah data berupa angkaangka, seperti data jumlah penduduk per kelurahan pada wilayah tertentu.Untuk menghasilkan peta yang tepat guna, maka data yang ada akan diproses dengan menggunakan software SIG. Sofware SIG tersebut akan menyusun peta dengan cara melapisi satu peta dengan data yang ada secara satu per satu. Oleh sebab itu, selain Anda dapat memeproleh peta yang bertumpuk rapi keseluruhannya atau Anda juga dapat memperoleh peta yang terpisah-pisah menurut lapisan datanya.
Saat ini, keberadaan software SIG dapat diperoleh secara bebas. Dan kepemilikannya tidak dibatasi. Baik atas nama instansi ataupun secara individu. Siapapun dapat mempelajari software dan membuat peta. Peta juga tidak hanya berupa peta luar ruang saja. SIG dapat juga diterapkan untuk melekukan penganalisisan dalam ruang.
SDM yang TepatSoftware SIG memang dapat diandalkan dalam membuat peta, namun peranan manusia dalam membuatnya maupun menganalisis hasilnya sangat besar. Untuk dapat membuat peta yang tepat guna, sesesorang harus terlebih dahulu mengetahui apa saja yang menjadi komponen data yang dibutuhkan. Banyak data yang dapat diperoleh baik secara cuma-cuma maupun membayar. Tetapi memilih data yang tepat tidak selalu pekerjaan yang mudah. Oleh sebab itu, seorang pembuat peta atau ahli SIG harus terlebih dahulu mampu menganalisis sebuah masalah. Kemudian baru ia memilih komponen data yang diperlukan.
Begitu pula dalam mengambil keputusan atau membuat perencanaan. Selain seseorang harus mampu membaca peta SIG, juga harus memiliki kemampuan menganalisis yang tajam. Agar keputusan dan perencanaan yang dilakukannya mengenai sasaran yang dituju.
Oleh sebab itu, untuk menggunakan atau memanfaatkan SIG dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih dan berkemampuan.
Untungnya, saat ini Indonesia sudah memiliki modal SDM untuk teknologi tersebut dengan tersedianya mata kuliah SIG di universitas dengan jurusan-jurusan tertentu seperti Geografi (UI, ITB, dan sebagainya) ataupun Sistem Informasi.
SIG bukan GPSSIG dan GPS, keduanya sama-sama berkaitan erat dengan peta. Namun pada dasarnya, kedua teknologi ini tidak sama. Justru GPS menjadi salah satu komponen pendukung dalam SIG. GPS sudah dikenal dengan sangat luas sekarang ini. Manfaat yang diberikan oleh GPS juga sangat banyak. Para nelayan banyak yang menggunakan GPS untuk mengetahui posisi ikan terbaiknya. Polisi banyak mendapatkan pertolongan dalam menemukan kendaraan yang hilang. Atau penyedia jasa cargo yang dapat memuaskan pelanggannya karena dapat melacak sendri paket kiriman miliknya secara otomatis lewat Internet.
Dalam memberikan posisi suatu objek, GPS memiliki kemampuan yang sangat akurat. Hal ini sangat membantu dalam pembuatan peta yang lebih baik pada SIG itu sendiri. Nilai toleransi kesalahan dapat mencapai kurang lebih satu meter.
Sebaliknya, peta SIG yang sangat lengkap, sarat akan informasi yang optimal dapat lebih membantu seorang pengguna GPS. Seseorang tidak hanya dapat menegtahui posisi di mana ia sedang berada, namun orang tersebut dapat juga sekaligus mengetahui apa yang terjadi atau yang dimiliki tanah tempatnya berdiri.
Pemanfaatan yang LuasDalam wacana di atas sudah diinformasikan beberapa manfaat yang dapat diberikan oleh SIG. Mulai dari dunia bisnis sampai pemerintahan dapat memanfaatkan teknologi ini.
Jika tadi sudah ada beberapa contoh pemanfaatan luar ruang, maka pemanfaatan yang dapat dilakukan dalam ruang dapat berupa peta ruang sebuah supermarket yang akan menyusun ulang peletakan barang dagangannya.
Atau dapat juga untuk mengatasi masalah peletakan ruang pada rumah sakit, agar tidak terjadi antrian yang menumpuk atau membuat arus pengunjung dalam rumah sakit menjadi lebih baik.
Ini artinya peta yang akan digunakan sebagai landasan data tidak selalu merupakan peta alam saja. Peta tersebut bisa saja dibuat sendiri oleh staf SIG tersebut.
Hasil akhir dari SIG memang berupa Smart Maps. Namun, bukan berarti dalam mempresentasikan data tersebut selalu dalam bentuk peta. Tidak jarang peta tersebut dipresentasikan dengan bantuan bahan pelengkap sebagai dalam bentuk dokumen tertulis, basis data, grafik, ataupun diagram. Hal ini dilakukan agar pemirsa peta tersebut dapat lebih memahami informasi dalam peta.
LEBIH LANJUThttp://www.gis.com/
2.)
Membangun Situs Webmapping oleh administrator pada Wednesday 02 February 2005
Pengantar Dengan makin berkembangnya teknologi dan penggunaannya di kalangan masyarakat luas, internet makin menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Mencari informasi, membaca berita, berkomunikasi dengan email atau secara real-time dengan chatting, atau berdiskusi lewat mailing list merupakan contoh hal-hal yang sering dilakukan orang dengan internet. Media ini ternyata juga bisa dimanfaatkan para geograf untuk mempublikasi ide-ide mereka dengan web mapping, bahkan penyajian melalui internet mempunyai target yang lebih luas dibanding cara-cara tradisional seperti seminar, buku atau jenis presentasi lainnya, karena bisa diakses siapa saja, di mana saja dan kapan saja selama bisa terhubung ke internet.
Sebelum lebih jauh membahas web mapping, penulis membatasi pengertian web mapping menjadi :
Secara harfiah web mapping berarti pemetaan internet, tetapi bukan memetakan internet, dan tidak berarti hanya menampilkan peta (yang berupa gambar statis) ke dalam sebuah situs internet. Jika hanya menampilkan peta statis pada sebuah situs maka tidak ada perbedaan antara web mapping dengan peta yang ada pada media tradisional lainnya. Web mapping bukanlah memindahkan aplikasi SIG desktop ke dalam bentuk web-based walaupun memungkinkan untuk itu. Pengguna internet berasal dari berbagai kalangan dengan berbagai kemampuan atas SIG, dari yang tidak tahu sampai ahli. Web mapping memanfaatkan fungsi interaktivitas yang ada pada aplikasi SIG ke dalam bentuk web. Pendahuluan
Untuk membuat web mapping, maka yang harus diperhatikan sebelumnya adalah:
1. Untuk apa dan bagaimana web mapping itu dibuat. - Menampilkan peta dengan kemampuan interaksi sederhana, seperti perbesaran, perkecilan dan pergeseran gambar. - Media untuk sharing, peta bisa di-download untuk kemudian diedit (manipulasi) sesuai dengan kebutuhan. - Menampilkan dengan kemampuan interaktivitas yang lebih banyak, misalnya menghitung jarak antara dua titik, atau membuat rute dari sebuah titik (awal) ke titik lain (tujuan) melalui jaringan jalan yang ada (MapQuest menyajikan dengan baik fasilitas ini). - Memindahkan aplikasi SIG desktop ke program SIG berbasis client-server melalui browser internet, walau sebelumnya disebutkan ini tidak termasuk web mapping, tetapi secara teknis hal ini dimungkinkan, dan merupakan web mapping lanjutan. 2. Untuk siapa ditujukannya. - Untuk masyarakat luas. - Untuk praktisi. 3. Berapa anggaran yang dimiliki. Menyajikan Peta Melalui Internet
Walaupun bukan satu-satunya cara, peta tetap menjadi alat yang efektif bagi geograf untuk menyampaikan pikirannya. Sebagai contoh, presentasi sebuah mata kuliah disajikan dengan baik oleh Andreas Neumann.
Web mapping bisa dibuat sebagai perangkat pengawasan (monitoring) sebuah pelaksanaan pekerjaan/proyek, khususnya yang menyangkut masalah ruang. Jika dihubungkan dengan sebuah database yang selalu up-to-date atau real-time, web mapping juga bisa menjadi informasi yang bagus bagi masyarakat luas, misalnya peta informasi kemacetan jalan yang ditampilkan di situs CBN CyberMap, atau yang menampilkan informasi cuaca seperti di Weather Underground.
Tetapi peta bukan hanya milik geograf. Kecenderungan penyajian peta melalui internet pun makin bertambah. Di beberapa negara bahkan peta yang dipublikasi lewat internet bisa dilihat melalui alat yang bisa dibawa kemana-mana (portable) yang memiliki kemampuan GPS sehingga bisa dijadikan panduan untuk bepergian (DashPC).
Peta (web mapping) juga bisa menjadi menjadi alat promosi bagi dunia usaha, bahkan sebagai alat usaha itu sendiri. Pada sebuah situs web mapping bisa dimasukkan lokasi-lokasi perusahaan misalnya, sehingga konsumen atau calon konsumen bisa melihat dimana mereka bisa mendapatkan yang mereka yang dekat dengan mereka.
Satu keunggulan web mapping dibanding peta konvensional adalah interaktivitas. Peta yang ditampilkan bisa menjadi dinamis menurut besaran, lokasi/arah, waktu, sekala dan tema. Pengunjung bisa memilih sendiri informasi apa yang ingin mereka lihat, dan menampilkannya secara bersamaan. Beberapa situs web mapping bahkan memasukkan fungsi analisis seperti menghitung jarak, membuat rute, pengelompokan data dan sebagainya.
Pemilihan Teknologi
Ada dua kategori besar cara penyajian peta melalui internet, yaitu dengan :
Mengikuti program yang sediakan pihak lain (ASP, Application Service Provider). Adalah cara tercepat menyajikan peta pada situs internet. Kini banyak penyedia jasa ini, bahkan sudah ada perusahaan di Indonesia yang melakukannya. Bagian ini tidak dibahas lebih lanjut.
Mengembangkan sendiri. Untuk mengembangkan sendiri web mapping sangat terkait pada anggaran dan sumber daya manusia yang dimiliki. Pilihan teknologi untuk mengembangkan sendiri juga sangat banyak, mulai dari yang sederhana dan gratis, sampai yang rumit dan mahal, atau membuat teknologi sendiri. Tetapi tidak selamanya yang gratis atau murah itu sederhana dan yang mahal itu rumit.
Salah satu keuntungan mengembangkan web mapping sendiri adalah ketersediaan untuk memperbaharui (updating) data kapan saja, dan bahkan bisa terus meningkatkan kemampuan web mapping yang sudah ada (upgrading). Keuntungan lainnya adalah bisa disesuaikan dengan keinginan sendiri (customizable).
Data Vektor atau Raster?Peta yang ditampilkan bisa salah satu dari keduanya. Jika tujuan pembuatan web mapping adalah sebagai sharing data, sehingga pengunjung bisa men-download peta yang bisa diedit dengan software SIG , maka pilihannya adalah pada data vektor. Saat ini OpenGIS® Consortium (konsorsium internasional untuk pengembangan SIG terbuka) sedang mengembangkan Geography Markup Language (GML), satu standar format data vektor bereferensi geografis dengan basis XML (eXtensible Markup Language). Untuk membuat peta dari GML dibutuhkan penerjemah grafis dari elemen-elemen GML itu, salah satunya, dan yang banyak digunakan adalah Scalable Vector Graphic (SVG). Keunggulan format ini adalah akurasi data tetap terjaga walaupun peta diperbesar beberapa kali.
Dari banyak teknologi (software) web mapping yang ada, sebagian besar menampilkan peta dalam bentuk gambar raster. Di belakang layar, data vektor tetap digunakan, dan saat pengunjung menginginkan peta pada satu wilayah tertentu, program akan membuat dan menampilkan peta yang diinginkan itu. Keunggulan dengan cara ini adalah lebih cepat, karena besarnya data (yang diterima pengunjung) akan relatif tetap, dibandingkan dengan data vektor yang jika menampilkan data dengan cakupan wilayah luas dan datanya besar, maka waktu yang dibutuhkan untuk mengambil data akan semakin lambat (kecepatan pengambilan data berbanding lurus dengan besarnya data).
Dukungan DatabaseMenampilkan peta pada prinsipnya adalah menampilkan data, selain kemampuan menampilkan data spatial, software yang digunakan juga harus mendukung data-data atribut yang menyertai data spatial. Jika web mapping dibuat untuk menampilkan data yang kontinyu maka dibutuhkan dukungan database yang baik, kemampuan memperbarui data (updating) dan sebagainya. Jika interaktivitas menjadi hal penting, maka dukungan database yang bisa melakukan pencarian atas atau berdasarkan fitur keruangan mutlak diperlukan.
Kecepatan AksesPengunjung internet berasal dari berbagai kalangan, dengan berbagai jenis sistem koneksi untuk menghubungkan komputer mereka dengan jaringan internet. Seorang pengunjung mungkin akan bisa mengakses sebuah situs web mapping dengan cepat, tetapi pengunjung lainnya mungkin akan merasa sangat lama. Kecepatan akses ini tergantung pada jenis software yang digunakan, jenis/kualitas koneksi yang dimiliki server web mapping itu dan jenis/kualitas koneksi yang digunakan pengunjung saat mengakses situs web mapping. Beberapa software mengharuskan pengunjung untuk men-download satu atau lebih plug-ins (tambahan fungsi pada browser untuk menjelajah internet), software lain juga menggunakan program berbasis java (applets). Keharusan-keharusan itu akan menambah waktu akses sehingga menjadi lebih lama.
KartografiSupaya ide-ide yang ingin dipublikasikan bisa sampai ke pengunjung, maka peta harus dibuat semenarik mungkin dan tidak membingungkan. Di sini kartografi memegang peranan yang sangat penting. Aplikasi kartografi pada peta untuk internet mungkin akan berbeda dibandingkan dengan kartografi untuk peta konvensional pada kertas.
3.)
Sistem Informasi GeografisMengendus Sarang Walet di Monitor

Sebuah "mesin" pencari sarang walet diciptakan seorang gadis Bali. Ni Kadek Ariasih, gadis berusia 26 tahun asal Bali ini berhasil merancang peranti lunak untuk menentukan lokasi sarang walet paling ideal. Karya itu menjadi tugas akhir Kadek di Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Surabaya, yang mengantarkannya lulus dengan predikat cum laude dengan indeks prestasi komulatif (IPK) 3,52 (skala 4,0). Program Kadek mengolah sistem informasi geografis (GIS) untuk menentukan sarang walet memang menarik. Cukup bermodal komputer Pentium 3 dengan memori 128 sampai 256 megabyte, kita bisa mengetahui apakah sebuah titik di peta layak menjadi sarang walet. Misalnya, klik sebuah titik di atas peta Pulau Bali. Titik yang dipilih akan membesar, "Lalu klik sekali lagi untuk menampilkan informasinya," kata Kadek. Maka, akan tampil seluruh informasi lokasi, berikut nilai kelayakannya sebagai daerah lokasi sarang walet. Bermodal peta digital pemberian Pemerintah Daerah Bali, dan seperangkat komputer, Kadek melakukan penelitian. Kadek kemudian membuat program, dengan Visual Basic, untuk melakukan perhitungan matematis antara jarak lokasi dan data-data tadi. Dengan menggunakan kecerdasan buatan atau fuzzi logic, seluruh data itu kemudian dikonversikan dengan syarat kelayakan hidup walet, seperti suhu ideal dan kelembapan, dalam bentuk nilai.
4.)
PELATIHAN INTEGRASI SISTEM GPS & GIS
—————————————————————————————————————————————–
GPS dan GIS disebut sebagai dua sistem teknologi yang revolusioner pada abad ini. Kedua sistem ini sama-sama berlatar belakang geo-science, sehingga keberadaan satu sama lainnya sebenarnya banyak mempunyai keterkaitan. Mungkin selama ini kebanyakan orang lebih memilih membangun sistem itu secara terpisah, atau secara tanpa disadari integrasi kedua sistem ini sebenarnya telah mereka lakukan.
Bentuk integrasi sistem GPS dengan GIS diantaranya GPS dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses transformasi koordinat pada data spasial sebuah sistem GIS yang dibangun, GPS dapat digunakan sebagai alat bantu dalam updating data spasial sebuah sistem GIS yang dibangun, GPS (GPS Topografi/Levelling, GPS tracking) dapat pula digunakan sebagai pembangun data spasial sebuah sistem GIS yang akan dibangun, dan sekarang ini di dunia sedang booming diaplikasikan integrasi GPS dan GIS dalam sistem Rover GPS realtime tracking dengan sistem Base GIS visualization tracking. Bila kita melihat di negara kita, pengenalan dan pengembangan teknologi GPS dan GIS sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu dalam kurun waktu yang bersamaan dan terus berkembang sampai saat ini baik dalam volume maupun jenis aplikasinya. Mengingat kedua bentuk sistem ini cukup banyak sekali membantu program atau proyek dunia kerja baik itu di instansi pemerintahan atau pun swasta, maka sudah seharusnya bila sistem ini supaya dapat lebih ‘dimasyarakatkan’ di negara kita ini.
KK Geodesi merupakan salah satu working group yang cukup banyak mengkaji dan mengaplikasikan sistem GPS dan mengintegrasikannya dengan GIS. Sebagai upaya untuk ikut serta berkontribusi dalam memberikan pengenalan dan pemahaman mengenai ruang lingkup teknologi GPS dan GIS serta bentuk integrasi antara kedua sistem ini, serta turut mewujudkan pembangunan Sumber Daya Manusia GPS dan GIS yang berkualitas, maka KK Geodesi membuat suatu program pelatihan pengenalan Integrasi sistem GPS & GIS.
Tujuan utama dari pelatihan adalah untuk memberikan wawasan, pengetahuan, dan cara-cara mengaplikasikan sistem integrasi antara GPS dengan GIS, serta memberikan pemikiran awal untuk pengimplementasian sistem sesuai dengan bidang yang ditekuni.
5.)
Pelatihan IT - Tatakelola Potensi Daerah dengan GIS
Pelatihan Teknologi InformasiFundamental Tatakelola Potensi Daerah dengan Sistem Informasi Geografis (TPDSI-GIS) (24 jam, 3 hari)
Deskripsi PelatihanOverview Sistem Informasi GeografisSistem informasi geografis (Geographic Information System, GIS) adalah sistem yang dapat digunakan untuk menangkap, menyimpan, menganalisa, serta mengelola data dan karakteristik yang berhubungan yang secara spasial mengambil referensi ke bumi. Lebih jauh, sistem ini dapat didefinisikan sebagai sistem komputer untuk memadukan, menyimpan, membagi, serta menampilkan informasi yang mengambil acuan geografis.Teknologi GIS menggunakan informasi digital yang didapatkan dari metode pembuatan data digital. Metode pembuatan yang umum digunakan adalah digitization, yaitu peta cetak atau rencana survey yang ditransfer ke dalam bentuk media digital menggunakan program komputer (Computer aided drafting, CAD) serta kapabilitas georeferencing.GIS dapat digunakan untuk menggambarkan karakteristik permukaan, subsurface, dan atmosfir dari titik-titik informasi secara dua dimensi atau tiga dimensi. Contoh, GIS dapat membuat peta isopleth atau garis kontur yang mengindikasikan perbedaan curah hujan. GIS juga bisa mengenali dan menganalisas hubungan spasial yang ada antara data spasial yang tersimpan secara digital. Relasi topologi ini membuat pemodelan spasial dan analisa yang komplek dapat dilakukan. Relasi topologi yang dimodelkan dengan GIS dapat meliputi adjacency, containment, dan proximity. Dengan pemodelan topologi ini kita dapat mendeteksi keberadaan lokasi SPBU, pasar, atau pabrik yang letaknya dekat suatu area seperti persawahan, atau rawa-rawa.Selain itu, fungsi GIS juga dapat digunakan untuk mensimulasikan rute material sepanjang jaringan linier. Variabel seperti kemiringan, batas kecepatan, diameterpiap dapat dimasukkan kedalam pemodelan jaringan supaya merepresentasikan aliran fenomena secara akurat. Pemodelan jaringan ini umumnya digunakan dalam perencanaan transportasi, pemodelan hidrologi, serta infrastruktur.GIS juga bisa digunakan untuk pemodelan kartografi. Pemodelan kartografi (cartographic modelling) dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana layer tematik dibuat, diproses, dan dianalisa, pada suatu lingkup area yang sama. Operasi pada peta hasil pemodelan kartografi dapat digabungkan dengan algoritma untuk mensimulasikan atau mengoptimasi suatu model.
Potensial DaerahTema wilayah secara geologi dapat dikelompokkan menjadi :1. Geologi : Batuan, Permukaan, Struktur Kontur, Teknik2. Geofisika : Magnetik, Gravitasi, Radiometrik3. Geologi Lautan : Geofisika, Coastal, Gloria4. Sumber Daya Alam : Minyak dan Gas, Non Migas, Bahan tambang logam, Batu bara5. Wilayah Bencana : Gempa Bumi, Gunung Berapi, Tanah Longsor, BanjirSecara umum daerah memiliki karakteristik wilayah yang spesifik. Masing-masing memiliki potensi yang bisa dikembangkan dan akan sangat menunjang kepada pendapatan asli daerah. Dengan tata kelola yang baik terhadap potensi-potensi tersebut maka potensi ini dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kemakmuran masyarakat di daerah tersebut.Untuk melakukan pengembangan ini diperlukan perangkat-perangkat pendukung berupa data dan informasi yang akurat mengenai karakteristik pemeteaan potensi daerah yang dimilikinya. Pengambilan kebijakan-kebijakan yang berbasis data akan membuat kebijakan ini menyentuh sendi dasar pengolahan potensi daerah. Sehingga dengan data tersebut, aliran data akan dapat meyakinkan investor untuk membantu pengembangan-pengembangan yang dilakukan oleh pemerintah daerah.Supaya tata kelola ini bisa berjalan dengan baik maka perlu disiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap dan mampu untuk mengimplementasikan sistem informasi geografis untuk kepentingan pemetaan potensi-potensi yang dimiliki oleh daerahnya masing-masing.PelatihanUntuk menunjang Tata Kelola Potensi Daerah dengan Sistem Informasi Geografis maka ComLabs USDI-ITB menyediakan media pelatihan Teknologi Informasi Tata Kelola Potensi Daerah dengan Sistem Informasi Geografis (GIS). Pelatihan ini menggunakan software ArcGIS dari ESRI corp untuk mengembangkan dan menganalisa potensi daerah tematik. Dasar-dasar penggunaan SIG, langkah-langkah digitalisasi data, serta dasar-dasar analisas data potensi daerah akan disampaikan secara modular untuk memudahkan peserta dalam memahami materi.
Minggu, 16 September 2007
aRtiKeL tReN SI [10]
:: Sistem Informasi Administrasi Kependudukan
Landasan Utama :Landasan utama atas pembangunan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan adalah adanya Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI/MPR/2002, yang antara lain menugaskan kepada Pemerintah untuk memperbaiki sistem administrasi kependudukan dengan mengembangkan dengan mengembangkan sistem pengenal tunggal dan terpadu (NIK).
Berdasarkan Tap MPR ini, dan juga sebagai implementasi atas Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Pemerintah Propinsi sebagai Daerah Otonomi, khususnya yang berkaitan dengan Pasal 2 ayat (3) butir 19 huruf s, Departemen Dalam Negeri telah menyusun Sistem Administrasi Kependudukan (SAK) sebagai bagian dari Sistem Administrasi Pemerintahan. SAK pada hakikatnya merupakan standar nasional di bidang administrasi kependudukan yang mengatur persyaratan, prosedur dan mekanisme di bidang pendaftaran penduduk, pencatatan sipil dan pengelolaan sistem informasi administrasi kependudukan.
Spesifikasi Program
1. Kartu Keluarga
2. Kartu Tanda Penduduk
3. Mutasi Penduduk :
Kelahiran Kematian Lahir mati Pindah Datang 4. Surat Keterangan :
a. Keterangan Kelahiran
b. Keterangan Kematian c. Keterangan Lahir Mati
d. Keterangan Pindah
5. Kewarganegaraan
6. Biodata
7. Laporan Kependudukan
8. Laporan KTP Habis Masa Berlaku
9. Laporan-laporan pendukung
Fitur-fitur
1. Terintegrasi dengan Sistem Catatan Sipil
2. Online antara kecamatan ke Kantor Kependudukan. Jaringan data yang akan dipergunakan disesuaikan dengan infrastruktur yang sudah ada dan juga kondisi geografis daerah yang bersangkutan
3. Konfersi data awal dengan data yang sudah ada seperti data hasil sensus yang dilakukan KPU bekerjasama dengan BPS, yakni data P4B (hasil pendataan pemilu) sudah diserahkan
4. Pembangunan sistem di beberapa instansi terkait yang memerlukan database kependudukan dan monografi seperti:
BKKBN Tenaga kerja Pajak Pertanian Kepolisian Pendidikan Pembinaan Remaja
5. Pembuatan Sistem Kontrolling di meja Bupati dan pejabat lain yang memerlukan. Dengan adanya fasilitas ini maka secara on line real time Bupati atau pejabat lain yang memerlukan, bisa mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan database dari sistem yang sudah dibangun oleh instansi-instansi yang ada.
2.)
Kondisi Pengamanan Sistem Informasi 56 Perusahaan Indonesia Serangan worm Blast, Nachi, dan Sobig baru-baru ini menyebabkan salah satu perusahaan BUMN mengalami ganguan jaringan selama dua minggu.
Hal itu kemudian “memaksa” perusahaan membentuk tim khusus untuk mengecek perangkat lunak anti virus yang terpasang pada setiap PC maupun server-nya. Serangan yang sama juga telah “menyadarkan” suatu perusahaan telekomunikasi untuk menggiatkan kembali kegiatan pemeriksaan log dari sistem deteksi intrusinya.
Kalau dilihat dari sejarahnya, kasus ini tidak berbeda dengan kasus virus “I Love You” ataupun Code Red dan Nimda yang membuat beberapa karyawan harus “ngangur” beberapa saat karena jaringannya tidak dapat dipakai. Waktu dua minggu kalau dikonversikan ke dalam rupiah yang hilang karena karyawan tidak dapat bekerja tentu jumlahnya akan sangat signifikan.
Apakah ini indikasi bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia tidak melihat pentingnya aspek keamanan sistem informasinya? Jawaban dari pelaksana sistem informasi di perusahaan-perusahaan ini justru sebaliknya. 100% dari mereka menjawab dengan yakin bahwa pengamanan sistem informasi adalah hal yang penting. Tetapi, kenyataan sebenarnya mengatakan adanya ketidaksesuaian antara apa yang mereka sadari dan inginkan dengan pelaksanaannya.
Sayangnya, untuk melihat seberapa jauh pelaksanaan pengamanan sistem informasi semacam ini di Indonesia, sampai saat ini, menurut sepengetahuan penulis belum ada survey yang dilakukan.
Dalam tulisan ini, angka yang disajikan hanya semata-mata berdasarkan pengamatan penulis pada 56 perusahaan di Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam kurun waktu 2002-2003. Hampir semua perusahaan yang diamati ini adalah perusahaan menengah keatas dari sisi jumlah karyawan (di atas 500 orang) dan mempunyai koneksi ke Internet.
Selain itu, pengamatan yang dilakukan hanya pada logical security saja, tidak pada physical security. Angka yang disajikan dalam tulisan ini tidak mencerminkan dan tidak ditujukan untuk menggambarkan keadaan sistem pengamanan pada perusahaan-perusahaan di Indonesia secara keseluruhan. Tetapi, sekurang-kurangnya sajian ini dapat memberikan sedikit gambaran tentang tudingan lemahnya pengamanan sistem informasi di Indonesia.
Pengukuran pengamanan sistem informasi pada tulisan ini didasarkan pada tiga aspek, pertama, aspek yang berhubungan dengan information security governance, seperti ada tidaknya kebijakan, prosedur, dan standar pengamanan, ada tidaknya staf yang melakukan tugas rutin pengamanan, kontrol terhadap pelaksanaan pengamanan sistem informasi dalam bentuk audit.
Aspek kedua, yang dilihat adalah penggunaan teknologi pengamanan sistem informasi seperti kontrol akses, firewall, anti virus, sistem deteksi intrusi. Sedangkan aspek ketiga berhubungan dengan prosedur penanganan insiden keamanan. Pembatasan cakupan pada tulisan ini semata-mata dikarenakan keterbatasan informasi.
Information Security GovernanceDari 56 perusahaan yang diamati, hanya 4 perusahaan atau 7% saja (semuanya berasal dari industri keuangan dan telekomunikasi) yang mempunyai kebijakan dan prosedur keamanan secara tertulis, sedangkan sebagian besar tidak punya ataupun jika punya tidak lengkap dan tidak disertai prosedur yang mendukung. Hanya sekitar 11 % perusahaan yang mempunyai Chief of Security Officer (CSO) dan staf khusus bidang pengamanan. Sedang pada perusahaan lain tugas pengamanan umumnya dirangkap oleh staf yang mengurus jaringan.
Dalam program sosialisasi dan penyadaran (awareness) pengamanan sistem informasi, lebih dari 80% perusahaan tidak melakukannya. Beberapa perusahaan mengatakan telah menjalankan program sosialisasi dengan cara menyebarkan informasi pengamanan melalui e-mail, tetapi tanpa diuji apakah karyawan mengerti atau tidak. Penulis tidak memandang hal ini sebagai program sosialisasi dan penyadaran.
Kegiatan lainnya, seperti audit, masih jarang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan, dan hanya sekitar 12% saja yang pernah melakukan audit sekuriti, dan semuanya berasal dari sektor keuangan dan telekomunikasi."Dari 56 perusahaan yang diamati, hanya 4 perusahaan atau 7% saja (semuanya berasal dari industri keuangan dan telekomunikasi) yang mempunyai kebijakan dan prosedur keamanan secara tertulis."
Penggunaan Teknologi Pengamanan Sistem InformasiProduk teknologi pengamanan sistem informasi yang umumnya dipergunakan adalah firewall dan anti virus (di atas 90%). Sedang persentase teknologi sistem deteksi intrusi hanya sekitar 17%. Teknologi pengamanan lainnya, seperti token masih belum banyak digunakan dan diperkirakan di bawah 5%.
Dalam pemeliharaan teknologi pengamanan sistem informasi dalam bentuk product subscription atau annual technical support lebih dari 60% perusahaan tidak menganggarkannya. Kebanyakan dari mereka melakukan pembelian annual product/technical support hanya untuk tahun pertama saja, yang biasanya memang sudah termasuk pada saat pembelian produk. Hal ini menyebabkan banyak dari mereka yang tidak dapat melakukan upgrade sistem pengamanan pada tahun kedua dan tahun berikutnya karena tidak adanya dana yang dianggarkan untuk itu. Rata-rata total pengeluaran untuk pengadaan teknologi pengamanan sistem informasi pada pengamatan ini diperkirakan kurang dari 4% dari keseluruhan anggaran teknologi sistem informasi.
Prosedur Penanganan Insiden keamanan Sistem Informasi.Prosedur penanganan insiden termasuk dalam kegiatan dengan prioritas rendah dalam pengamanan sistem informasi. Lebih dari 80% perusahaan tidak memiliki prosedur ini secara tertulis. Sehingga tidak heran untuk kasus virus yang dikemukakan di atas, waktu penanganan yang dibutuhkan sangat lama.Rendahnya persentase perusahaan yang memiliki prosedur penanganan insiden keamanan diperkirakan karena masih banyak perusahaan yang mempunyai paradigma bahwa pengamanan semata-mata hanya pada kegiatan preventif.
Kesimpulan PengamatanEfektivitas pelaksanaan pengamanan sistem informasi pada perusahaan-perusahaan yang diamati masih sangat rendah. Strategi (kalau boleh dikatakan strategi) pengamanan sistem informasi masih mengandalkan semata-mata pada teknologi dan khususnya pada tindakan preventif. Tidak adanya information security governance yang baik menjadi faktor dominan yang menyebabkan lemahnya pengamanan sistem informasi.
Selain itu, tidak adanya information security governance menyebabkan penggunaan teknologi tidak efektif dan menyebabkan peralatan pengamanan hanya menjadi pajangan. Begitu juga, tidak adanya information security governance juga menyebabkan pengelolaan pengamanan lebih bersifat “Ad Hoc” dan reaktif ; baru bertindak jika ada masalah.
Perlu juga disadari bahwa rendahnya tingkat pengamanan pada perusahaan di Indonesia tidak hanya berdampak pada perusahaan yang bersangkutan saja, melainkan dapat meluas menjadi persoalan negara. Sebagai contoh, beberapa bulan yang lalu Visa dan Mastercard memasukkan Indonesia sebagai negara nomor 2 dalam daftar negara asal kejahatan kartu kredit. Akibatnya, tidak hanya banyak kartu kredit dari Indonesia ditolak dalam bertransaksi, tetapi juga beberapa alamat IP (internet protocol) dari Indonesia diblok oleh ISP di luar negri.
Peran PemerintahMenurut Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam buku panduannya yang berjudul “Implementation Plan for the OECD Guidelines For The Security of Information Systems And Networks: Towards A Culture of Security”, pemerintah mempunyai peran yang penting dalam menanamkan kultur pengamanan sistem informasi yang komrehensif. Yakni, dengan mengambil inisiatif seperti membuat perundangan-undangan, penggunaan teknologi sistem informasi dan undang-undang tindak kejahatan teknologi informasi.
Insiatif lain yang dapat dilakukan adalah dengan membuat unit khusus berskala nasional dalam memerangi tindak kejahatan teknologi informasi dan mendirikan lembaga untuk penanganan insiden keamanan nasional, seperti Computer Emergency Response Team (CERT ).
Di Indonesia, insiatif-inisiatif tersebut sebenarnya sudah dilaksanakan oleh pemerintah maupun lembaga lainnya. Untuk undang-undang di bidang komunikasi dan teknologi informasi Universitas Indonesia telah menyusun RUU Pemanfaatan Teknologi Informasi. Sedang RUU Tindak Pidana di Bidang Teknologi Informasi juga telah disusun oleh tim dari Universitas Pajajaran Bandung. Untuk unit khusus penanganan tidak pidana teknologi informasi, pihak POLRI juga telah membuat unit Pidana Teknologi Informasi. Begitu pula untuk CERT, di Indonesia pun telah ada ID-CERT yang dicetuskan oleh Dr. Budi Rahardjo dari ITB. "Tidak adanya information security governance yang baik menjadi faktor dominan yang menyebabkan lemahnya pengamanan sistem informasi."
Tetapi, kendala dana dan sumber daya manusia menjadikan realisasi dan kinerja ketiga hal ini menjadi terhambat. Sebagaimana diungkapkan oleh AKBP Drs. Brata Mandala (Kasubdit Pidana Teknologi Informasi Mabes POLRI) bahwa kemampuan para penyidik yang dimiliki Polri belumlah optimal, khususnya dalam ilmu Computing Forensic Examination. Begitu pula laboratorium forensic computing yang dimiliki Polri tidak memadai.
Tiga serangkai ini, khususnya peraturan/UU dipercaya akan lebih mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengadopsi strategi pengamanan sistem informasi yang lebih komprehensif. Pengamat dari Giga Information Group bahkan mengatakan bahwa tren pengamanan sistem informasi tahun 2003 di Amerika Serikat dititikberatkan pada upaya-upaya untuk memenuhi standar pengamanan yang telah ditetapkan oleh industri, seperti GLBA (The Gramm-Leach-Bliley Act) untuk industri keuangan, HIPAA (Health Insurance Portability and Accountability Act) untuk bidang kesehatan dan FSMA (Financial Services and Markets Act) untuk lembaga pemerintah.
Kondisi di Negara Lain Jika dibandingkan hasil pengamatan penulis dengan kondisi pengamanan sistem informasi di Malaysia berdasarkan survey yang dilakukan National ICT Security Emergency Response Centre (NISER) tahun 2000, pengelolaan pengamanan sistem informasi di Malaysia mempunyai pola yang kurang lebih sama dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Umumnya, sebagaimana diungkapkan oleh R. Azrina R. Othman, salah seorang tim NISER, perusahaan-perusahaan di Malaysia masih memrioritaskan penggunaan teknologi ketimbang pelaksanaan information security governance yang baik, seperti pengembangan sumber daya manusia, pembuatan kebijaksanaan pengamanan, dukungan manajemen, dan pengawasan pelaksanaan pengamanan sistem informasi dalam bentuk audit.
Walaupun begitu, dari angka statistik diperkirakan kondisi pengamanan sistem informasi di Malaysia masih lebih baik ketimbang di Indonesia (angka statistik dari hasil pengamatan penulis masih lebih kecil dibanding angka statistik survey di Malaysia).
Selain itu dari segi hukum, Malaysia masih satu langkah didepan Indonesia, karena sudah ada dan sudah diberlakukannya undang-undang yang mengatur pengunaan teknologi informasi dan tindak kejahatan teknologi informasi.•
3.)
Pengembangan Sistem Database Mahasiswa AkuntansiGuna Memberikan Informasi Strategis PimpinanDalam Pengambilan Keputusan.
Keyword : Sistem Database,Informasi Strategis Pimpinan, Pengambilan Keputusan.
Subjek : Pengembangan Sistem Database
Institusi pendidikan sebagai bagian dari sebuah organisasi juga tak bisa dilepaskan eksistensinya dengan teknologi informasi. Berbagai informasi strategis, taktis, dan operasional harus didasarkan pada informasi yang relevan dan andal atas sumber-sumber daya yang dimilikinya. Sumber informasi yang andal, kualitas informasi yang baik, dan pengolahan informasi dengan teknologi informasi akan menghasilkan informasi yang andal dan tepat bagi pimpinan dalam pengambilan keputusan. Sumber data yang salah dan proses pengolahan data yang salah akan menghasilkan informasi yang bias, sehingga akan berdampak salah terhadap kebijakan yang diambil pimpinan. Tanpa sistem informasi, sebuah organisasi bagaikan kapal tanpa navigasi. Jurusan akuntansi sejak tahun 1990 mengalami kemajuan yang cukup pesat. Setiap tahun tak kurang dari 400 orang setiap tahun masuk sebagai mahasiswa baru. Dengan waktu kuliah rata-rata 4,5 tahun, berarti 1200 mahasiswa aktif kuliah setiap tahun.. Hal ini merupakan sumber daya potensial yang harus dikelola dan dikembangkan. Pengelolaan ini membutuhkan data yang reliable, terukur, andal, dan relevan. Sistem informasi merupakan teknologi yang sangat diperlukan bagi pembuatan database yang mendukung informasi strategis pimpinan. Sistem informasi ini berbasis pada program microsoft acces dengan teknik query dan macro dengan input data dokumentasi historis (historical dokumenter) baik data dasar maupun data utama. Sistem informasi ini menggunakan Data permanen (permanent data) dan data berjalan (current data). Data permanen diolah menjadi database yang berguna untuk melakukan pemetaan terhadap karakteristik mahasiswa dan data pendukung dalam menghasilkan informasi tertier. Data tersebut meliputi nama mahasiswa, tanggal lahir, daerah asal, sekolah asal, nilai NEM, tahun lulus SMA, tahun masuk, tahun lulus, tanggal skripsi, tanggal kerja dan jenis pekerjaan. Data dalam desain ini mengambil data IP mahasiswa setiap semester. IP merupakan indikator hasil proses belajar mengajar selama 1 semester. IP menjadi indikator ukur kualitas proses pembelajaran. IP sekaligus menjadi alat ukur untuk mengetahui bagaimana kinerja akademik bagi dosen dalam mengajar dan kinerja ketua program studi tentang efektifitas kebijakan yang telah diambil. Dengan teknik multiple query kedua data tersebut diolah menjadi informasi tambahan (tertiery information). Informasi tambahan bertujuan untuk mengetahui apakah beberapa informasi dari data permanen dan data berjalan mempunyai hubungan secara kualitatif. Informasi tambahan dalam sistem informasi ini meliputi apakah nilai NEM yang tinggi juga menghasilkan IPK lulusan yang tinggi. Informasi tersebut berguna bagi pimpinan program studi apakah nilai NEM SMA harus dipertimbangkan untuk menerima mahasiswa akuntansi dan sejauhmana batasan nilai NEM tersebut.Beberapa informasi yang dihasilkan tersebut baik informasi dasar mahasiswa, informasi utama, dan informasi tambahan berguna untuk:1. Melakukan pemetaan karakteristik mahasiswa setiap program studi berdasarkan angkatan dan bahkan kelas.2. Menilai kualitas proses pembelajaran (kebijakan akademik program studi) yang dilakukan selama 1 periode (semester). IP merupakan indikator untuk menilai kualitas proses pembelajaran dan kualitas mahasiswa.3. Menilai perkembangan (trend) IP mahasiswa selama beberapa semester. Tujuannya adalah menilai apakah kebijakan program studi bidang akademik sudah mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan memberikan informasi bagi pimpinan program studi untuk kebijakan dimasa mendatang.4. Menilai proporsi (prosentase) mahasiswa berdasarkan grade IP dan IPK. Hal ini untuk mendeteksi berapa persen mahasiswa yang IP dan IPK nya berada pada setiap grade. Grade yang digunakan adalah IP dan IPK <> 3,00.5. Menilai hubungan/pengaruh (secara sederhana dan estimasi) antara beberapa variabel. Dalam hal ini adalah data permanen dan data berjalan. Informasi tersebut berguna bagi pimpinan untuk menilai apakah kriteria tertentu dari mahasiswa (NEM misalnya) mempunyai hubungan/pengaruh dengan IPK yang diperoleh. Sehingga dapat dipertimbangkan apakah kriteria NEM bagi mhs akuntansi masih perlu.Berbagai informasi tersebut selain merupakan informasi strategis bagi pimpinan untuk menilai dan mendukung kebijakan akademik, juga informasi bagi dosen tentang efektifitas dan efisiensi metode pembelajaran yang diberikan. Hasilnya informasi tersebut sekaligus menjadi informasi sekunder peneliti-peneliti lain, untuk menilai dampak dan pengaruh suatu variabel mahasiswa terhadap variabel mahasiswa yang lain.
Deskripsi Alternatif :
Institusi pendidikan sebagai bagian dari sebuah organisasi juga tak bisa dilepaskan eksistensinya dengan teknologi informasi. Berbagai informasi strategis, taktis, dan operasional harus didasarkan pada informasi yang relevan dan andal atas sumber-sumber daya yang dimilikinya. Sumber informasi yang andal, kualitas informasi yang baik, dan pengolahan informasi dengan teknologi informasi akan menghasilkan informasi yang andal dan tepat bagi pimpinan dalam pengambilan keputusan. Sumber data yang salah dan proses pengolahan data yang salah akan menghasilkan informasi yang bias, sehingga akan berdampak salah terhadap kebijakan yang diambil pimpinan. Tanpa sistem informasi, sebuah organisasi bagaikan kapal tanpa navigasi. Jurusan akuntansi sejak tahun 1990 mengalami kemajuan yang cukup pesat. Setiap tahun tak kurang dari 400 orang setiap tahun masuk sebagai mahasiswa baru. Dengan waktu kuliah rata-rata 4,5 tahun, berarti 1200 mahasiswa aktif kuliah setiap tahun.. Hal ini merupakan sumber daya potensial yang harus dikelola dan dikembangkan. Pengelolaan ini membutuhkan data yang reliable, terukur, andal, dan relevan. Sistem informasi merupakan teknologi yang sangat diperlukan bagi pembuatan database yang mendukung informasi strategis pimpinan. Sistem informasi ini berbasis pada program microsoft acces dengan teknik query dan macro dengan input data dokumentasi historis (historical dokumenter) baik data dasar maupun data utama. Sistem informasi ini menggunakan Data permanen (permanent data) dan data berjalan (current data). Data permanen diolah menjadi database yang berguna untuk melakukan pemetaan terhadap karakteristik mahasiswa dan data pendukung dalam menghasilkan informasi tertier. Data tersebut meliputi nama mahasiswa, tanggal lahir, daerah asal, sekolah asal, nilai NEM, tahun lulus SMA, tahun masuk, tahun lulus, tanggal skripsi, tanggal kerja dan jenis pekerjaan. Data dalam desain ini mengambil data IP mahasiswa setiap semester. IP merupakan indikator hasil proses belajar mengajar selama 1 semester. IP menjadi indikator ukur kualitas proses pembelajaran. IP sekaligus menjadi alat ukur untuk mengetahui bagaimana kinerja akademik bagi dosen dalam mengajar dan kinerja ketua program studi tentang efektifitas kebijakan yang telah diambil. Dengan teknik multiple query kedua data tersebut diolah menjadi informasi tambahan (tertiery information). Informasi tambahan bertujuan untuk mengetahui apakah beberapa informasi dari data permanen dan data berjalan mempunyai hubungan secara kualitatif. Informasi tambahan dalam sistem informasi ini meliputi apakah nilai NEM yang tinggi juga menghasilkan IPK lulusan yang tinggi. Informasi tersebut berguna bagi pimpinan program studi apakah nilai NEM SMA harus dipertimbangkan untuk menerima mahasiswa akuntansi dan sejauhmana batasan nilai NEM tersebut.Beberapa informasi yang dihasilkan tersebut baik informasi dasar mahasiswa, informasi utama, dan informasi tambahan berguna untuk:1. Melakukan pemetaan karakteristik mahasiswa setiap program studi berdasarkan angkatan dan bahkan kelas.2. Menilai kualitas proses pembelajaran (kebijakan akademik program studi) yang dilakukan selama 1 periode (semester). IP merupakan indikator untuk menilai kualitas proses pembelajaran dan kualitas mahasiswa.3. Menilai perkembangan (trend) IP mahasiswa selama beberapa semester. Tujuannya adalah menilai apakah kebijakan program studi bidang akademik sudah mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan memberikan informasi bagi pimpinan program studi untuk kebijakan dimasa mendatang.4. Menilai proporsi (prosentase) mahasiswa berdasarkan grade IP dan IPK. Hal ini untuk mendeteksi berapa persen mahasiswa yang IP dan IPK nya berada pada setiap grade. Grade yang digunakan adalah IP dan IPK <> 3,00.5. Menilai hubungan/pengaruh (secara sederhana dan estimasi) antara beberapa variabel. Dalam hal ini adalah data permanen dan data berjalan. Informasi tersebut berguna bagi pimpinan untuk menilai apakah kriteria tertentu dari mahasiswa (NEM misalnya) mempunyai hubungan/pengaruh dengan IPK yang diperoleh. Sehingga dapat dipertimbangkan apakah kriteria NEM bagi mhs akuntansi masih perlu.Berbagai informasi tersebut selain merupakan informasi strategis bagi pimpinan untuk menilai dan mendukung kebijakan akademik, juga informasi bagi dosen tentang efektifitas dan efisiensi metode pembelajaran yang diberikan. Hasilnya informasi tersebut sekaligus menjadi informasi sekunder peneliti-peneliti lain, untuk menilai dampak dan pengaruh suatu variabel mahasiswa terhadap variabel mahasiswa yang lain.
4.)
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI (GEOGRAFIS) UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI DAERAH JAWA TIMUR : STUDI KASUS TANAMAN PERTANIANITS Digital
Keyword : Computer graphicsSumber pengambilan dokumen : Theses Industrial Engineering RT 006.6 Koe p, 2001Cakupan : ITS Community
Sistem Informasi Geografis adalah suatu sistem yang mempunyai kemampuan untuk menyimpan, memproses (mengedit/memanipulasi) dan menampilkan data pada database yang berisi data grafis (peta tematik) dan data alfanumerik (tabulasi). Data grafis merupakan data kasar (raw data), yaitu peta garis Propinsi Jawa Timur. Sedangkan data alfanumerik (atribut) merupakan data statistik yaitu berupa luas lahan dan jumlah produksi dari 34 komoditi, ketinggian dataran, curah hujan dan temperatur rata-rata untuk masing-masing Kabupaten/Kotamadya di Jawa Timur. Data tersebut kemudian diubah dalam format digital (soft copy) dan disimpan dalam database pada sistem komputer. Pada database, data grafis dan data alfanumerik dilakukan proses dengan editing atau manipulasi, kemudian dilakukan analisa keruangan secara komprehensif dan terintegrasi artinya dapat dibandingkan secara menyatu dalam satu sistem yang sama sehingga akan memudahkan dalam melakukan analisa. Dari analisa tersebut dapat dihasilkan analisa yang subtansial yang dapat digunakan sebagai sumber informasi atau bank data. Untuk lebih memudahkan dalam analisa kualitatif dibuat 5 (lima) klasifikasi berdasarkan hasil tampilan pada data grafis (peta) yaitu kurang sekali, kurang, sedang, banyak dan banyak sekali. Selain itu juga digunakan grafik yang menunjukkan trend atau kecenderungan pengembangan komoditi dengan didasarkan data temporal (dari tahun ke tahun) sehingga dengan data ini diharapkan dapat dipilih komoditi unggulan atau yang diandalkan dikemudian hari oleh Kabupaten/Kotamadya tersebut.Deskripsi Alternatif :
Sistem Informasi Geografis adalah suatu sistem yang mempunyai kemampuan untuk menyimpan, memproses (mengedit/memanipulasi) dan menampilkan data pada database yang berisi data grafis (peta tematik) dan data alfanumerik (tabulasi). Data grafis merupakan data kasar (raw data), yaitu peta garis Propinsi Jawa Timur. Sedangkan data alfanumerik (atribut) merupakan data statistik yaitu berupa luas lahan dan jumlah produksi dari 34 komoditi, ketinggian dataran, curah hujan dan temperatur rata-rata untuk masing-masing Kabupaten/Kotamadya di Jawa Timur. Data tersebut kemudian diubah dalam format digital (soft copy) dan disimpan dalam database pada sistem komputer. Pada database, data grafis dan data alfanumerik dilakukan proses dengan editing atau manipulasi, kemudian dilakukan analisa keruangan secara komprehensif dan terintegrasi artinya dapat dibandingkan secara menyatu dalam satu sistem yang sama sehingga akan memudahkan dalam melakukan analisa. Dari analisa tersebut dapat dihasilkan analisa yang subtansial yang dapat digunakan sebagai sumber informasi atau bank data. Untuk lebih memudahkan dalam analisa kualitatif dibuat 5 (lima) klasifikasi berdasarkan hasil tampilan pada data grafis (peta) yaitu kurang sekali, kurang, sedang, banyak dan banyak sekali. Selain itu juga digunakan grafik yang menunjukkan trend atau kecenderungan pengembangan komoditi dengan didasarkan data temporal (dari tahun ke tahun) sehingga dengan data ini diharapkan dapat dipilih komoditi unggulan atau yang diandalkan dikemudian hari oleh Kabupaten/Kotamadya tersebut.
5.)
KEMUNGKINAN PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN ELEKTRONIK DI BPK PENABUR KPS JAKARTAOleh : Drs. Maman Surahman
Makalah sebagai laporan dari kegiatan Temukarya Pengembangan Disain Perpustakaan Elektronik, yang diselenggarakan oleh PUSTEKKOM Dikbud bekerjasama dengan IDLN (Indonesian Distance Learning Network) di Hotel Griya Astoeti, Cisarua, Bogor, 22- 26 Februari 1999.
Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat telah mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia. Kecepatan memperoleh informasi juga menjadi salah satu ciri dari situasi ini. Tidak hanya kemudahan dalam memperoleh informasi, tapi juga harga atau modal yang mahal yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan informasi tersebut.
BPK Penabur KPS Jakarta sebagai suatu institusi yang bergerak dalam bidang pelayanan pendidikan sangat diharuskan untuk membuat dan menyediakan sistem informasi yang baik. Kebutuhan akan informasi sangat dirasakan oleh setiap personalia yang ada di lingkungan BPK Penabur KPS Jakarta, baik pengurus, karyawan dan guru, serta tak terkecuali siswa sebagai peserta didik. Siswa sebagai salah satu aset institusi yang penting haruslah mendapatkan prioritas dalam mendapatkan informasi terutama yang berkaitan dengan kegiatan belajar mereka.
Sekolah-sekolah BPK Penabur KPS Jakarta yang tersebar di berbagai komplek merupakan bagian dari suatu sistem informasi. Kegiatan belajar mengajar sebagai suatu proses komunikasi akan berjalan dengan baik jika ditunjang dengan unsur-unsur komunikasi yang baik pula, seperti sumber informasi, saluran informasi, dan penerima informasi. Perpustakaan sebagai salah satu sumber informasi akan sangat bermanfaat jika ternyata mampu menyediakan berbagai pesan yang dibutuhkan oleh user (pengguna), guru, siswa, karyawan sekolah, dan lain-lain. Penyediaan informasi yang lengkap melalui perpustakaan sekolah akan sangat membantu siswa dalam proses belajarnya. Selain itu gurupun dapat memanfaatkan perpustakaan terutama untuk memperoleh sumber-sumber pengetahuan baru yang sangat berguna bagi peningkatan kemampuannya,
Pepustakaan yang berada di setiap sekolah dan tersebar di berbagai komplek merupakan aset yang sangat penting pula. Hanya kondisi perpustakaan yang ada saat ini masih bersifat konvensional. Tanpa kehadiran (user) pengguna di perpustakaan, informasi dari bahan pustaka tidak dapat diperoleh pengguna. Artinya pengelolaan dan pelayanan perpustakaan masih bersifat manual. Dengan perkembangan teknologi informasi yang terjadi dewasa ini, perpustakaan dapat diubah dalam segi penyediaan informasi, pengelolaan serta pelayanannya melalui perangkat elektronis yaitu komputer. Ini yang biasa disebut dengan elektronic library atau perpustakaan elektronik. Kecepatan dan kemudahan memperoleh informasi akan menjadi ciri sebuah perpustakaan elektronik, sehingga akan menghilangkan hambatan waktu, jarak dan ruang atau tempat. Hal ini merupakan perkembangan yang lebih jauh setelah teknologi informasi terutama internet telah menjadi pilihan di lingkungan institusi BPK Penabur KPS Jakarta. Namun sejauh mana dan persyaratan-persyaratan apa saja yang harus ada untuk sebuah perpustakaan elektronik baru merupakan sebuah pemikiran yang mudah-mudahan suatu saat akan terwujud. Mengenai apa dan bagaimana perpustakaan elektronik serta persyaratan apa yang harus ada, pengelolaan serta pelayanan yang bagaimana dalam sebuah perpustakaan elektronik akan diuraikan pada bahasan berikutnya. Selanjutnya berbagai kemungkinan membuat dan menyelenggarakan perpustakaan elektronik di lingkungan BPK Penabur KPS Jakarta serta upaya-upaya apa saja yang akan dilakukan sehubungan dengan hal ini akan menjadi bahasan serta kajian bersama dengan berbagai pihak yang terlibat dalam penyediaan informasi di lingkungan BPK Penabur KPS Jakarta. Semoga uraian dalam makalah ini akan bermanfaat bagi perkembangan BPK Penabur KPS Jakarta di masa yang akan datang, dan makalah ini juga sebagai laporan dari kegiatan Temukarya Pengembangan Disain Perpustakaan Elektronik yang telah dilaksanakan dan kebetulan penulis adalah salah satu peserta dari kegiatan tersebut.Lebih Jauh Tentang Electronic Library (Perpustakaan Elektronik)
Electronic Library atau perpustakaan elektronik atau juga dikenal dengan perpustakaan maya adalah sebuah sistem informasi yang terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), pengelolaan, pelayanan serta penyediaan (akses) informasinya dilakukan dengan menggunakan perangkat elektronis yang berupa komputer. Jika dalam perpustakaan konvensional, bahan-bahan pustaka tersimpan dalam rak-rak penyimpanan dengan kodifikasi (DDC = Dewey Decimal Classification), tersedia meja/laci katalog untuk penelusuran bahan pustaka, ada bagian sirkulasi, ada ruang baca, dan lain-lain. Dalam perpustakaan elektronik, komponen-komponen tersebut tetap ada dalam pengertian tersedia tetapi tidak hadir dalam bentuk fisik (disebut maya) yang umumnya ada dalam perpustakaan konvensional. Perpustakaan elektronik merupakan provider atau penyedia informasi, transaksi atau layanan informasinya bersifat elektronik, serta menyediakan bahan-bahan pustaka (item) selain dalam bentuk data elektronik juga dalam bentuk yang lain seperti yang umumnya ada dalam perpustakaan konvensional.
Perpustakaan elektronik merupakan salah satu alternatif dalam menyediakan sumber informasi untuk kegiatan pembelajaran jarak jauh (distance learning), mengingat user atau pengguna perpustakaan berada di tempat yang tidak diketahui keberadaannya. Ini dimungkinkan dengan adanya teknologi internet yang sudah berkembang dengan sangat pesat dewasa ini.
User dalam memperoleh informasi, selain menggunakan saluran elektronis seperti melalui komputer dan telepon juga dapat memperolehnya melalui layanan lain seperti melalui jaringan layanan pos atau user juga bisa datang langsung ke tempat di mana sumber informasi tersebut berada.
Dalam perpustakaan konvensional, organisasi perpustakaan biasanya terdiri dari kepala perpustakaan, bagian/divisi pengadaan, bagian pengolahan, bagian sirkulasi, bagian referensi, dan lain-lain. Pada perpustakaan elektronik bagian atau divisi umumnya masih seperti perpustakaan konvensional. Tetapi untuk sebuah perpustakaan elektronik, divisi atau bagian yang minimal harus ada adalah bagian yang mengurus tentang hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak), divisi pengadaan, dan divisi/bagian pelayanan. Yang membedakan kedua perpustakaan itu adalah sifat pekerjaan dari masing-masing bagian/divisi yang ditanganinya. Untuk perpustakaan elektronik sesuai dengan ciri dari perpustakaan elektronik itu sendiri yang menyediakan data dan pelayanan elektronik, maka fungsi dari masing-masing bagianpun tidak akan terlepas dari perangkat elektronik.
Untuk lebih memberikan gambaran lebih jelas lagi, perpustakaan elektronik sebagai suatu sistem informasi, bagaimana keterkaitan dan hubungan yang terjadi antar komponen dalam sebuah perpustakaan elektronik dapat digambarkan seperti berikut ini :Identifikasi data dan informasi yang dibutuhkan
Umumnya dalam pengembangan sebuah perpustakaan elektronik selalu bertitik tolak dari kondisi atau keadaan suatu perpustakaan konvensional. Ini disebabkan terutama dalam hal penyediaan data yang dibutuhkan oleh sebuah perpustakaan elektronik. Data yang umumnya tersedia dalam perpustakaan konvensional, mengalami perubahan format yaitu didisain kedalam format elektronik yang harus memiliki standar internasional sehingga dapat diakses oleh semua mesin pengakses (komputer).
Data yang berhubungan dengan item pustaka (bahan pustaka) dapat dibuat identifikasinya seperti berikut ini :BukuMajalah/buletin/jurnalJuklak/juknis/form/SK.ModulKertas kerja/laporan penelitianKlipingBrosurReferensiAudio visual
Sedangkan informasi yang dibutuhkan dari data-data di atas dapat dibuat kodifikasi atau penggolongan sesuai dengan kebutuhan atau yang berlaku di dalam perpustakaan pada umumnya, seperti :Karya umum (bibliografi, ensiklopedi umum, jurnal, penerbitan dan surat kabar, dll.)Filsafat dan psikologiAgamaIlmu-ilmu sosial (pendidikan, statistik, politik, ekonomi & manajemen, dll.)BahasaIlmu-ilmu murni (Pasti/Alam)Ilmu-ilmu terapan (Teknologi)Kesenian, hiburaan, olahragaKesusasteraanSejarah umum dan geografi
Dalam mengembangkan perpustakaan elektronik, selain data item pustaka seperti yang telah diuraikan di atas, masih perlu dibuat informasi data mengenai keanggotan, transaksi, jenis-jenis layanan (public service) yang akan diberikan, juga data mengenai statistik layanan perpustakaan elektronik.Data yang berhubungan dengan keanggotaan, ini meliputi tipe / jenis keanggotaan serta biodata keanggotaannya. Tipe keanggotaan adalah bersifat terdaftar atau tidak terdaftar, individu atau atas nama instansi. Karakteristik dari anggota atau user, misalnya : siswa, mahasiswa, guru/dosen, karyawan departemen, peserta diklat, atau masyarakat umum. Sedangkan biodata yang dibutuhkan adalah seperti; nama, nomor ID, instansi/kantor, alamat rumah/kantor, kota, kode pos, telepon serta fax rumah/kantor, dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan. Data yang berhubungan dengan transaksi perpustakaan dimaksudkan adalah data yang berhubungan dengan sirkulasi misalnya tanggal peminjaman, tanggal pengembalian, denda, dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan.Data yang berhubungan dengan public service, yang dimaksud adalah data mengenai promosi serta pengembangan sumber daya manusia baik bagi user (anggota) maupun bagi pengelola perpustakaan elektronik itu sendiri, konsultasi, seminar, pelatihan, kemudahan memperoleh materi dari item pustaka misalnya bisa dibeli, dicopy, diantar, atau melalui fasilitas download melalui internet, e-mail, dan lain-lain. Sedangkan data yang berhubungan dengan pengembangan sumberdaya manusia untuk kebutuhan seminar/pelatihan seperti : nama kegiatan, waktu dan tempat kegiatan, jadwal acara, sponsor, biaya, dan lain-lain.Data yang berhubungan dengan statistik adalah data yang bersifat output seperti data jumlah pengunjung, jumlah item yang dipinjam, jumlah item yang paling banyak dicari, jumlah item yang dicari tetapi tidak ada, dan lain-lain. Data ini dapat digunakan untuk membuat suatu laporan secara periodik atau berkala, misalnya grafik pengunjung (visitor), grafik peminjaman item pustaka, dan lain-lain.Struktur data dan standar kepustakaan
Dari uraian dan identifikasi data di atas tadi, maka selanjutnya dibuatlah struktur dari masing-masing data ke dalam format pembuat database. Pada bagian ini prosesnya akan memakan waktu yang cukup banyak, karena akan melalui langkah-langkah yang berurutan yang harus dilakukan. Pekerjaan dimulai dengan pembuatan lembar kerja (worksheet), pengisian lembar kerja yaitu pemindahan semua data yang akan dibuat databasenya ke lembar ini, selanjutnya yang terakhir adalah pemasukan (input) ke dalam mesin (komputer) pembuat database. Ini semua bisa dilakukan setelah perangkat lunak (software) dipilih sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini disajikan struktur database yang dirancang untuk kebutuhan katalog elektronik untuk item pustaka (klas) untuk jenis buku, maka field-field untuk database yang harus tersedia adalah sebagai berikut :Nomor panggil/ Nomor klasNomor ISBNNama pengarangJudulImpresum (tempat terbit, penerbit, dan tahun terbit)Kolasi (jumlah halaman, ilustrasi, dimensi)Keterangan seriCatatan (umum, biblioggrafi, isi)Tajuk subyekTajuk tambahanSumber/lokasiKeyword (kata kunci)Abstark
Untuk item klas selain bahan cetakan dapat dibuat field-field database sesuai dengan karakteristik masing-masing bahan pustaka, seperti untuk audio visual field database yang dibutuhkan adalah :Nomor panggil/ Nomor klasSutradara/penanggungjawab program Produser JudulDurasi (waktu putar)Copyright/hak ciptaSumber/lokasiDeskripsi fisikSeriCatatanTajuk subyekTajuk tambahanKeyword (kata kunci)AbstrakPelayanan
Dalam perpustakaan konvensional bagian sirkulasi adalah bagian yang paling bertanggung jawab terhadap proses penggunaan bahan pustaka. Pemakai (user) akan selalu melewati bagian ini untuk kebutuhan peminjaman dan permintaan salinan materi pustaka. Di bagian ini akan ditemui data mengenai jumlah pengunjung, jumlah koleksi yang dipinjam, jumlah koleksi yang paling banyak/sering dipinjam, jumlah koleksi yang belum kembali, data mengenai anggota yang mendapat denda, dan sebagainya. Pada perpustakaan elektronik hal-hal seperti ini tetap ada, hanya tidak akan tampak hiruk-pikuk seperti pada perpustakaan konvensional. Fungsi ini akan ditemukan di dalam perpustakaan elektronik pada bagian atau divisi statistik.
Pada proses pelayanan yang digambarkan di atas ada sesuatu yang selalu dilalui oleh pemakai (user) yaitu yang disebut user interface. User interface merupakan jembatan antara user dengan sistem yang dijalankan sebuah perpustakaan elektronik. Proses dimulai dengan pertanyaan user, apa yang akan dilakukan user dan darimana user akan memulainya. Pada tingkat ini pengalaman dan pengetahuan user akan membantu proses interaksi antara user dengan sistem yang dijalankan oleh sebuah perpustakaan elektronik. Kondisi user dapat dibedakan antara yang sudah melek komputer atau mengerti tentang katalog dan user yang buta komputer serta belum memahami katalog.
Dalam proses pencarian dan penelusuran informasi memang ada user yang sungguh-sungguh mencari sesuatu informasi, tetapi terkadang ada user yang hanya sekedar browsing untuk mengetahui berbagai fasilitas layanan yang diberikan. Untuk itu sistem yang dijalankan oleh sebuah perpustakaan elektronik harus dapat memberikan petunjuk dan informasi yang lengkap sebagai alat bantu (help). Berbagai program bantu saat ini banyak ditemui dalam bentuk quick tour. Yang harus disadari adalah bahwa suatu sistem yang dijalankan tidak mungkin akan menjawab semua kebutuhan user, untuk itu sebuah search engine yang baik harus meyediakan berbagai alternatif penelusuran misalnya hanya dengan memasukkan sebuah kata kunci (keyword).
Pada pembahasan data dan informasi yang dibutuhkan di atas telah disinggung mengenai data-data untuk public service, maka pada pembahasan mengenai pelayanan akan dibahas mengenai berbagai fasilitas yang mungkin perlu disediakan seperti terlihat pada bagan di bawah ini :Jaringan dan sistem pengamanan
Sebuah jaringan yang baik akan menentukan sebuah sistem informasi berjalan dengan baik pula. Di sini belum dibicarakan mengenai perangkat keras dan perangkat lunak yang akan mendukung jaringan dalam suatu sistem informasi. Jaringan akan dibentuk sesuai dengan kebutuhan dan tentunya menyangkut anggaran biaya yang tersedia disamping kemauan institusi yang bersangkutan. Pada bagian ini akan diinformasikan sebatas pada hal-hal yang berhubungan dengan aspek pengamanan jika mau mengembangkan sebuah perpustakaan elektronik. Pengamanan mencakup lingkup pengamanan data yang berupa pengamanan data elektronik, fasilitas fisik, dan prosedur kerja.
Pengamanan data elektronik mencakup disemua aspek seperti pada bagan di atas. Pada sistem yang dijalankan oleh sebuah perpustakaan elektronik hanya yang berwenang yang memiliki akses ke dalam data dengan fasilitas fastword yang dimilikinya. Campur tangan bagian lain yang bukan wewenangnya akan menjadikan keamanan data kurang dapat dijamin dengan baik.
Pengamanan yang berhubungan dengan fasilitas fisik akan menjadikan sistem dan jaringan akan terpelihara dengan baik, dimana di dalamnya tersimpan data. Ini merupakan pengamanan terhadap seluruh investasi biaya yang telah dikeluarkan untuk menjalankan sebuah perpustakaan elektronik.
Sedangkan pengamanan yang berhubungan dengan prosedur kerja seperti terlihat pada bagan di atas berlaku untuk pengelola sebuah perpustakaan elektronik. Ini terkait dengan manajemen yang akan dijalankan oleh perpustakaan elektronik tersebut. Dalam menjalankan perpustakaan elektronik akan banyak menemukan permasalahan hukum terutama dengan masalah hak cipta (copyright) yang hingga saat ini menjadi masalah yang terkadang kurang mendapat perhatian yang serius. Untuk ini perlu ditetapkan kode etik dan hukum untuk mengantisipasi langkah ke depan.Pengembangan sumber daya manusia
Pengembangan sebuah perpustakaan elektronik sangan membutuhkan sumber daya manusia yang handal dan teruji. Ini akan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti terlihat pada daftar berikut ini :Analis sistem (tim multidisiplin)Software engineerProgramerDatabase administratorNetwork administratorTeknisiOperator
Seseorang yang mempunyai latar belakang pendidikan perpustakaan belum cukup handal untuk mengembangkan sebuah perpustakaan elektronik. Untuk menjadi seorang analis sistem, seorang pustakawan harus melengkapi dirinya dengan kemampuan di bidang komputer. Inipun harus ditunjang oleh beberapa ahli dari disiplin ilmu yang lain, seperti ahli komunikasi, ahli teknologi pendidikan, dan lain-lain.Kondisi Umum Perpustakaan Sekolah BPK Penabur KPS Jakarta
Sekolah-sekolah BPK Penabur KPS Jakarta yang tersebar di berbagai kompleks memiliki perpustakaan sendiri-sendiri. Dari data yang dikeluarkan bagian pendidikan, mulai jenjang SD hingga SLTA tidak semua sekolah memiliki perpustakaan dengan kategori baik. Masih ada beberapa sekolah yang memiliki perpustakaan dengan kategori kurang. Ini sesuai dengan perkembangan tiap-tiap sekolah yang ditinjau dari segi sarana dan perkembangan sumber daya manusianya. Untuk sekolah yang memiliki perpustakaan yang baik terutama jenjang SLTP dan SLTA, perlu ditinjau kembali sarana dan fasilitas yang tersedia di masing-masing perpustakaannya. Ini diperlukan terutama untuk mengetahui mengenai jumlah koleksi, sistem penyimpanan data, statistik, dan lain-lain.
Berangkat dari kondisi umum perpustakaan sekolah-sekolah BPK Penabur KPS Jakarta yang masih bersifat konvensional, dipilih beberapa sekolah unggulan yang memiliki kemungkinan untuk pengembangan perpustakaannya. Yang cukup menggembirakan adalah bahwa hingga saat ini perpustakaan untuk jenjang SLTP dan SLTA sudah dilakukan komputerisasi administrasi perpustakaan. Setiap perpustakaan sudah memiliki database yang tersimpan di komputer masing-masing perpustakaan, seperti data koleksi, data anggota, dan data sirkulasi. Sekolah-sekolah yang sudah memiliki akses ke internet SLTPK 2, SMUK 1, dan SMUK 3. Kompleks sekolah yang sudah ada jaringan lokal (LAN) seperti kompleks Tanjung Duren, kompleks Kelapa Gading, dan Sunrise Garden. Ini sudah merupakan modal awal untuk tahap pengembangan sebuah perpustakaan elektronik. Upaya-upaya Kearah Pengembangan Perpustakaan Elektronik
Mendisain data elektronik :Langkah yang pertama adalah menata kembali disain Home Page BPK Penabur yang sudah online, kemungkinan dimasukkannya komponen perpustakaan yang bisa diakses melalui internet.Pengembangan majalah elekronik yang saat ini sudah berada di Home Page BPK Penabur dan sudah dapat diakses melalui internet seperti Berita Penabur, Karya Wiyata, Widya Warta, dan Jelajah.Pengembangan program CAI untuk jenjang SMU yang saat ini sudah ada seperti CAI Fisika dan Matematika untuk dilanjutkan dengan bidang studi yang lain. Ini cukup memungkinkan karena di semua sekolah jenjang SMU sudah memiliki fasilitas untuk presentasi multimedia.Pembuatan database katalog dari koleksi (item pustaka) sebagai katalog elektronik di seluruh perpustakaan sekolah BPK Penabur KPS Jakarta sebagai upaya pengembangan koleksi perpustakaan. Pembuatan resensi bahan pustaka (item pustaka) menjadi data elektronik sebagai informasi awal untuk penelusuran bagi pengguna perpustakaan sebelum memperoleh sumber yang asli di tempat penyimpanan perpustakaan.Pembuatan jaringan perpustakaan di tingkat kompleks sekolah (intranet):Untuk kompleks sekolah yang sudah memiliki jaringan (LAN) seperti kompleks Tanjung Duren, kompleks Sunrise Garden, dan kompleks Kelapa Gading fasilitas jaringan ditambah hingga ke ruang-ruang perpustakaan sekolah yang berada di areal komplek tersebut. Seperti untuk kompleks Tanjung Duren dapat dibuatkan koneksi jaringan dari perpustakaan SMUK 1, perpustakaan SMK 1 dan SMK 2, dan pepustakaan SMFK.Untuk sekolah-sekolah yang berada dalam satu kompleks dapat dibuat kumpulan database dari setiap perpustakaan dan ditempatkan pada sebuah server sehinga dapat diakses oleh pemakai di kompleks tersebut.
6.)
HUBUNGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN EFEKTIFITAS STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PENGGAJIAN PADA PT. KERETA API (Persero) DAERAH OPERASIONAL 2 BANDUNG
Keyword : penggajian,sistem informasi akuntansi.
Masalah penggajian merupakan bagian yang harus mendapat perhatian besar, karena selain biaya terbesar dalam biaya operasi perusahaan, juga karena karyawan sangat sensitif terhadap kesalahan yang terjadi dalam penggajian atau hal-hal yang tidak wajar yang berkaitan dengan penggajian. Melihat hal tersebut, maka diperlukan suatu sistem informasi akuntansi penggajian yang disertai dengan pengendalian intern atas penggajian yang diharapkan dengan adanya sistem informasi akuntansi dan struktur pengendalian intern penggajian yang baik akan menghasilkan informasi penggajian yang akurat, cepat, dan dapat dipercaya. Begitupun dengan PT. Kereta Api (Persero) yang sudah menerapkan struktur pengendalian intern dan sistem informasi akuntansi penggajian yang sudah terkomputerisasi. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “HUBUNGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PENGGAJIAAN PADA PT.KERETA API (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung.” Sehubungan dengan hal tersebut penulis mengidentifikasikan beberapa masalah yang timbul dalam pengelolaan penggajian, yaitu bagaimana pelaksanaan sistem informasi akuntansi penggajian, bagaimana pelaksanaan struktur pengendalian intern penggajian, dan bagaimana hubungan sistem informasi akuntansi dengan efektifitas struktur pengendalian intern penggajian. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah : untuk memperoleh data informasi yan memberikan petunjuk ttentang pelaksanaan sistem informasi akuntansi penggjian, untuk mengetahui pelaksanaan struktur pengendalian intern penggajian, dan untuk mengetahui hubungan sistem informasi akuntansi dengan efektifitas pengendalian intern penggajian di PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung. Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analisis kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui penelitian lapangan dan penelitiian kepustakaan, dimana dalam penelitian lapangan dilakukan dengan wawancara, observasi dan kuesioner, dan untuk penelitian kepustakaan dilakukan dengan literatur buku dan data lainnya yang berhubungan dengan objek penelitian.Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui bahwa pelaksanaan sistem informasi akuntansi pnggajian di PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung sudah sangat memadai, hal tersebut didukung selain dari jawaban responden sebesar 85,6% juga karena PT. Kereta Api (Persero)sudah menerapkan elemen-elemen sistem informasi akuntansi penggajian dan tercapainya tujuan sistem informasi akuntansi. Sedangkan pelaksanaan struktur pengendalian intern pengajian di PT. Kereta Api (Persero) sudah dilaksanakan dengan sangat efektif, hal tersebut didukung karena selain dari tujuan struktur pengendalian intern penggajian sudah tercapai juga karena sudah menerapkan unsur-unsur struktur pengendalian intern, selain itu juga berdasarkan jawaban responden sebesar 85%. Berdasarkan metode Rank Sspearmen, PT. Kereta Api (Persero) memiliki tingkat hubungan yang kuat antara sistem informasi akuntansi dengan struktur pengendalian intern sebesar 0,779.
Deskripsi Alternatif :
Masalah penggajian merupakan bagian yang harus mendapat perhatian besar, karena selain biaya terbesar dalam biaya operasi perusahaan, juga karena karyawan sangat sensitif terhadap kesalahan yang terjadi dalam penggajian atau hal-hal yang tidak wajar yang berkaitan dengan penggajian. Melihat hal tersebut, maka diperlukan suatu sistem informasi akuntansi penggajian yang disertai dengan pengendalian intern atas penggajian yang diharapkan dengan adanya sistem informasi akuntansi dan struktur pengendalian intern penggajian yang baik akan menghasilkan informasi penggajian yang akurat, cepat, dan dapat dipercaya. Begitupun dengan PT. Kereta Api (Persero) yang sudah menerapkan struktur pengendalian intern dan sistem informasi akuntansi penggajian yang sudah terkomputerisasi. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “HUBUNGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PENGGAJIAAN PADA PT.KERETA API (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung.” Sehubungan dengan hal tersebut penulis mengidentifikasikan beberapa masalah yang timbul dalam pengelolaan penggajian, yaitu bagaimana pelaksanaan sistem informasi akuntansi penggajian, bagaimana pelaksanaan struktur pengendalian intern penggajian, dan bagaimana hubungan sistem informasi akuntansi dengan efektifitas struktur pengendalian intern penggajian. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah : untuk memperoleh data informasi yan memberikan petunjuk ttentang pelaksanaan sistem informasi akuntansi penggjian, untuk mengetahui pelaksanaan struktur pengendalian intern penggajian, dan untuk mengetahui hubungan sistem informasi akuntansi dengan efektifitas pengendalian intern penggajian di PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung. Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analisis kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui penelitian lapangan dan penelitiian kepustakaan, dimana dalam penelitian lapangan dilakukan dengan wawancara, observasi dan kuesioner, dan untuk penelitian kepustakaan dilakukan dengan literatur buku dan data lainnya yang berhubungan dengan objek penelitian.Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui bahwa pelaksanaan sistem informasi akuntansi pnggajian di PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung sudah sangat memadai, hal tersebut didukung selain dari jawaban responden sebesar 85,6% juga karena PT. Kereta Api (Persero)sudah menerapkan elemen-elemen sistem informasi akuntansi penggajian dan tercapainya tujuan sistem informasi akuntansi. Sedangkan pelaksanaan struktur pengendalian intern pengajian di PT. Kereta Api (Persero) sudah dilaksanakan dengan sangat efektif, hal tersebut didukung karena selain dari tujuan struktur pengendalian intern penggajian sudah tercapai juga karena sudah menerapkan unsur-unsur struktur pengendalian intern, selain itu juga berdasarkan jawaban responden sebesar 85%. Berdasarkan metode Rank Sspearmen, PT. Kereta Api (Persero) memiliki tingkat hubungan yang kuat antara sistem informasi akuntansi dengan struktur pengendalian intern sebesar 0,779.
7.)
Teknologi Informasi
Opini: Lendy Widayana
Menerapkan Teknologi Informasi Komunikasi Secara Efektif (2)
suarasurabaya.net Aplikasi Sistem Informasi. Dari efisiensi sampai bikin pelanggan happy.
Di bagian lain seri artikel ini sebelumnya telah diuraikan bahwa, jika diterapkan secara maksimal komputerisasi dapat menghemat banyak biaya dan waktu. Efisiensi melalui komputerisasi pada semua lini perusahaan memang harus menjadi sasaran pertama komputerisasi.
Jika perusahaan telah melakukan komputerisasi pada satu atau berbagai proses, evaluasi secara periodik tetap diperlukan. Evaluasi kualitatif dan kuantitatif dilakukan dengan terus meng-update informasi tentang berbagai teknologi dan metode baru dalam sistem informasi. Contoh, jika dengan teknologi saat ini sebuah proses perlu waktu tiga jam, dengan teknologi prosesor yang lebih baru hanya perlu satu jam.
Dengan adanya business benefit seperti itulah, ada alasan ekonomis yang kuat untuk meng-upgrade sistem yang ada. Jadi belanja teknologi tidak hanya karena alasan mengikuti tren. Perhatikan pula, bahwa penjaja teknologi informasi komunikasi yang profesional selalu mengedepankan business benefit bukan sekadar fitur atau tampilan baru yang dibawa oleh produk barunya.
Meningkatkan nilai manfaat bagi pelanggan
Setelah otomatisasi berhasil meningkatkan efisiensi, organisasi dapat beranjak ke "kelas" berikutnya yaitu, komputerisasi untuk menghapus/mengganti fungsi pekerjaan yang tidak memberi manfaat bagi pelanggan. Contoh nyata yang kita jumpai sehari-hari adalah mesin ATM yang digunakan oleh bank. ATM mengurangi jumlah teller, menghemat space kantor bank, sekaligus memberi kenyamanan dan kemudahan bagi pelanggan.
Penerapan e-ticket (tiket elektronik) oleh banyak maskapai penerbangan didasari bahwa faktor utama yang dicari pelanggan adalah bukan mewah atau cantiknya tiket pesawat, melainkan kepraktisan sejak booking hingga mendapatkan boarding pass. Oleh sebab itu tiket cukup dicetak di kertas continous form yang berarti efisiensi luar biasa bagi perusahaan. Pelanggan dimudahkan dengan langsung memesan melalui Internet dan mencetak tiketnya sendiri.
Kemajuan teknologi data base, data warehouse, storage area network, OLAP (online analytical processing), saat ini mampu mengintegrasikan berbagai data dalam jumlah sangat besar untuk skala perusahaan UKM hingga enterprise. Esensinya adalah dengan satu data yang sama, dapat dimanfaatkan untuk kepentingan internal hingga memberi kenyamanan bagi pelanggan. Contohnya, perusahaan taksi yang menyimpan data nama-nomor telepon-alamat pelanggan. Hanya dengan menanyakan kata kunci nomor telepon pemesan, maka semua data pemesan langsung dapat diketahui dan otomatis berhubungan dengan sistem daftar lelang pesanan yang di broadcast ke sistem mobile data terminal (MDT) . Secara real time tentunya perusahaan dapat memantau berapa pelanggan saat itu, unit yang beroperasi dan kecepatan layanan dapat dirasakan oleh pelanggan.
Walaupun sederhana, komputerisasi data pelanggan secara terstruktur dengan basis memberi nomor ID (identitas pelanggan) juga masih belum banyak dilakukan perusahaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan. Di era ekonomi serba ketat ini, mempelajari dan mencari manfaat sistem informasi untuk efisiensi dapat menjadi salah satu cara agar perusahaan dapat survive. Bersamaan dengan itu, manfaat bagi pelanggan yang juga dapat menghemat banyak bagi si pelanggan, akan menjadikan satu daya saing tersendiri.
8.)
TATA KELOLA SISTEM INFORMASI04 April 2006 JAKARTA,
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin pesat pertumbuhannya. Jika tidak dikelola dengan cara yang baik dan benar justru akan menyebabkan pemborosan dan pengulangan kesalahan berganda bila dibandingkan dengan cara tradisional sekalipun.Untuk itulah peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) harus didefinisikan dengan fokus pada pemberian nilai tambah kepada organisasi. (1) Menciptakan “value” melalui peningkatan unjuk kerja dan inovasi dan (2) Menjaga “value” melalui pengelolaan secara operasional dan menangani resiko yang mungkin terjadi berkaitan dengan investasi TIK.
Sistem informasi didefinisikan sebagai kegiatan mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisa dan menyampaikan informasi untuk sebuah tujuan khusus “aplikasi”. Lingkungan yang melingkupi sistem informasi berupa ketersediaan hardware, software, data, network, procedure dan people.
Tujuan utama sistem informasi adalah mengumpulkan data, memprosesnya menjadi informasi kemudian mengubah informasi menjadi pengetahuan untuk sebuah tujuan khusus.Data didefinisikan sebagai deskripsi pokok suatu hal, kejadian, aktivitas dan transaksi yang direkam, diklasifikasikan dan disimpan tetapi belum diorganisir menjadi sesuatu yang spesifik. Informasi didefinisikan sebagai data yang telah diorganisir sehingga memiliki arti dan nilai tambah bagi penerimanya. Pengetahuan (knowledge) diartikan sebagai informasi yang telah diorganisir dan diproses sehingga menjadi pemahaman, pengalaman dan keahlian ketika diterapkan pada situasi aktifitas yang berbeda.
Sistem Informasi – Klasifikasi Fungsi DukungannyaSistem informasi, tinjauan klasifikasi fungsi dukunganya dapat digambarkan sebagai piramida yang tersusun dari empat lapis. Berturut-turut dari bagian paling bawah keatas adalah : Operasional Managers, Data Workers, Middle Managers dan Top Manager.Operasional managers akan menangani transaction processing system mis. order precessing, fulfillment, material movement, A/R, A/P, GL, payroll dan POS. Data workers menangani knowledge management system dan office automation system berupa simulation, pgm coding, system support, word processing, desktop publishing. Middle managers menangani management information system, decision support system dan intelligent support system berupa sales management, inventory control, annual budget, production schedulling, cost analysis dan pricing analysis. Top Manager menangani executive support system berupa 5-year sales trend, profit planning, 5-year budget forecasting dan product development.
Strategi Organisasi dan TIKKeselarasan strategi organisasi dan TIK akan menentukan keberhasilan pengelolaan TIK. Pertama, menyelaraskan strategi TIK dengan trategi bisnis dan misi organisasi/lembaga. Kedua, mengelola kemampuan TIK dengan membuat keputusan, strukturisasi dan mengelola organisasi dan memberikan layanan TIK ke organisasi dan ketiga, mengintegrasikan teknologi baru, penggerak dan peluang dengan strategi bisnis. Tiga hal yang mempengaruhi adalah: IT alignment, IT management & delivery dan IT enablement.
Area Fokus IT GovernanceIT Governance fokus pada penyampaian “value” dan mengurangi resiko akan investasi TIK, “value” di-drive oleh strategi yang selaras degan bisnis, resiko dikelola melalui akuntabilitas sistem yang dibangun.Penggerak TIK dikelompokkan dalam tiga penggerak utama yaitu: technology drivers (kebutuhan akan teknologi terbaru), organizational drivers (pergerakan organisasi menjadi tujuan dibandingkan dengan bisnis itu sendiri) dan business specific drivers.
IT Organization dipengaruhi oleh faktor-faktor: (1) internal business drivers (degree of business unit diversity) (2) external drivers (environment, business process linkages, information flows/linkages) dan (3) history and culture (local culture, corporate culture, IT culture) serta (4) technology drivers (rate of technology change, embedded core systems predominance.IT Management and Delivery dibagi menjadi service areas untuk mengidentifikasi pengaruh faktor-faktor dan mempertemukan IT Service Requirements dengan berdasar kepada business strategy objectives. Tiga hal yang mempengaruhi IT Management and Delivery adalah infrastruktur, pemberian solusi dan faktor kepemimpinan. Service areas dikelompokkan dalam capabilities, sourcing, structure & governance dan processes.Gambaran strategi TIK mendukung strategi bisnis dapat dilihat pada keterkaitan yang saling mempengaruhi antara: strategi organisasi, fungsi organisasi, arsitektur aplikasi, infrastruktur teknis, sumber daya/pegawai dan pendanaan.
Tata Kelola TIKLangkah-langkah pengelolaan yang baik TIK adalah (1) membangun kerangka kerja organisasi pemerintahan (2) menyelaraskan strategi TIK dengan strategi organisasi (3) memahami/mendefinisikan resiko berkaitan dengan pengembangan TIK (4) mendefinisikan target atau sasaran (5) menganalisa kemampuan yang ada dan identifikasi “gap” (6) membuat strategi pengembangan (7) mengukur hasilnya dengan alat ukur yang ada dan (8) melakukan evaluasi dan perbaikan.
9.)
Jaringan Komputer Murah untuk Sekolah Ine
Jakarta, Kompas - Penerapan teknologi informasi dalam dunia pendidikan masih terkendala antara lain oleh tingginya biaya. Padahal, peran teknologi informasi semakin penting dalam pendidikan, baik dalam pengayaan sistem pembelajaran maupun pendataan. Kendala tersebut dapat diminimalisasi dengan penggunaan sistem jaringan komputer murah yang diciptakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Demikian terungkap dalam dialog interaktif "Peranan Teknologi Informasi dalam Pendidikan" yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis (14/10). Dalam kesempatan itu diserahkan pula bantuan berupa tiga server dan 23 unit komputer. Juga diserahkan bantuan operating system komputer murah dan sistem informasi data sekolah.
Direktur Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi Elektronika BPPT Sulistyo Suhrowardi mengungkapkan, secara umum masyarakat masih gamang penggunaan kemajuan teknologi informasi, termasuk di dunia pendidikan, yang sebenarnya berpeluang memetik manfaat besar dari teknologi informasi. Apalagi dengan adanya tren global, seperti e-education, e-learning, digital library, yang membuat peranan teknologi informasi semakin penting dalam pendidikan.
Ketua Majelis Pendidikan Dasar PP Muhammadiyah Yunan Yusuf mengatakan, setidaknya ada dua manfaat besar teknologi informasi bagi dunia pendidikan, yakni membangun sistem jaringan informasi dan pengembangan sistem pembelajaran.
Untuk mengatasi hambatan mengakses teknologi informasi, terutama di sekolah, BPPT memberikan alternatif sistem jaringan komputer murah sebagai bagian dari upaya computer literacy atau meningkatkan kemampuan masyarakat menggunakan komputer.
Staf BPPT, Purwoadi-yang mengembangkan produk itu-mengatakan, sistem jaringan dari BPPT itu dapat ditekan biayanya karena menggunakan open source, yakni linux. Selain itu, sistem jaringan itu dapat digunakan dengan spesifikasi sederhana, misalnya prosesor minimal 486, sehingga komputer tua dan bekas masih dapat dipakai. Hanya perlu satu server. (ine)
10.)
Tren Selular, Mengirim Informasi Supercepat
JAKARTA – Dibandingkan jasa lain, teknologi telekomunikasi selular termasuk salah satu yang mengalami kemajuan paling pesat. Bahkan, teknologi General Pocket Radio System (GPRS) yang berbasis teknologi GSM 900 dan 1800, segera ditinggalkan dan berganti dengan teknologi lebih canggih, yakni berbasis teknologi Enhanced Data for the GSM Evolution (EDGE). Dalam transfer data, misalnya, teknologi EDGE bisa tiga kali lebih cepat dari teknologi GPRS. Artinya, bila pelanggan selular ingin mendownload pesan MMS dengan teknologi GPRS memerlukan waktu puluhan detik, tapi dengan teknologi EDGE, hanya perlu waktu beberapa detik saja.Kelebihan lain, bila teknologi GPRS memiliki kemampuan transfer data hingga 114 Kbps, teknologi EDGE mampu mensupport data, layanan multimedia hingga 384 Kbps. EDGE merupakan sebutan baru buat GSM 384. Teknologi ini disebut GSM 384, karena memiliki kemampuan transmisi data hingga 384 Kbps. Pertanyaannya, operator-operator selular mana saja yang kini telah memakai teknologi EDGE?Salah satunya, PT Indosat Multimedia Mobile (IM3). Anak perusahaan Indosat Group ini, sejak beberapa waktu lalu telah bertekad meninggalkan teknologi GSM tradisional dan segera beralih ke teknologi Enhanced Data for the GSM Evolution (EDGE). Diharapkan, up grade ke teknologi itu bisa diselesaikan akhir tahun ini. Lewat pemanfatan teknologi EDGE, kami selangkah lebih unggul di depan operator yang masih mengembangkan teknologi GPRS,’’ ungkap Sumedi Kirono, Direktur Operasi Teknik dan Pengembangan IM3, belum lama ini.Menurut Sumedi, saat ini teknologi selular dunia mulai beralih ke EDGE dan IM3 yang dikenal sebagai pelopor seluler multimedia tidak ingin ketinggalan, walaupun perangkat pendukung, misalnya ponsel, belum siap. Diperkirakan, baru pada triwulan IV nanti perangkat ponselnya dipasarkan. Dijelaskan, banyak kelebihan dari teknologi generasi EDGE tersebut, terutama dari sisi kecepatan penyampaian data. Apabila GPRS, secara teoritis dapat menyampaikan data dengan kecepatan maksimal 114 kbps, maka EDGE bisa 384 kbps atau tiga kali lebih cepat. ‘’Dengan kecepatan tersebut, jelas sangat menguntungkan IM3 yang memang mengutamakan pasar yang membutuhkan kecepatan dalam penyampaian data. Kondisi itu, tidak mungkin bisa dihindari, karena makin banyak pengguna selular yang memanfaatkan jasa komunikasi data dan multimedia,’’ paparnya.Ditambahkan, dalam memasyarakatkan jasa layanan video stream, pihaknya mencoba demo memanfaatkan sarana televisi pemantau Polri. Dari demo tersebut, pelanggan IM3 dapat memantau kondisi jalan raya cukup dari layar ponselnya. Video stream merupakan salah satu layanan yang sebenarnya sudah sejak lama dikembangkan oleh IM3, tetapi belum sepopuler layanan multimedia services (MMS).
Prestasi GemilangIM3 telah mencatat prestasi gemilang, menyusul keberhasilan mendemokan kecanggihan fitur terbaru IM3-Video Streaming di hadapan Presiden Megawati pada HUT Bhayangkara ke-57 di Pondok Cabe, Jakarta, belum lama ini. Keberhasilan IM3 tersebut atas dukungan teknologi EDGE dari Ericsson. EDGE (Enhanced Data rate for Global Evolution), suatu teknologi nirkabel generasi ketiga (3G).Di Indonesia, boleh dibilang jaringan infrastruktur IM3 telah berteknologi EDGE milik Ericsson dan masih terbaik dari pesaingnya Siemens maupun Motorola, Alcatel dan NEC sebagai pilar dari teknologi telekomunikasi. Ericsson segera akan mewujudkan teknologi telepon seluler generasi ketiga (3G) di Indonesia.Operator selular anak perusahaan Indosat Group ini juga memamerkan kecanggihan teknologi Ericsson saat IM3 mendemokan video streaming pada pameran HUT Bhayangkara di Jakarta dengan topik Live Traffic Surabaya via handphone. Peristiwa ini diawali dengan permintaan Kepolisian Negara. Tapi IM3 juga akan memberi layanan bagi masyarakat umum melalui video streaming, yang dapat mengontrol kegiatan maupun sistem keamanan di kantor atau rumahnya melalui telepon seluler.Menurut Direktur Operasi Jaringan IM3-Satelindo, Sumedi Kirono, pihaknya merasa bangga karena keberhasilan memamerkan kecanggihan teknologi IM3 di hadapan Presiden dan Wakil Presiden RI, serta pejabat tinggi Negara lain. Itu hasil kerja keras tim teknis IM3, diperkuat oleh IM3 Jawa Timur, yang pertama kali mengaplikasikan layanan video streaming.Pengembangan video streaming ini merupakan hasil kerja sama IM3 dengan Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya. IM3 didemokan kesibukan traffic lalu lintas di Bundaran Waru salah satu lokasi paling srategis di Surabaya- melalui layar ponsel. Presiden dan Wakil Presiden didampingi Kapolri ikut mencoba video streaming melalui ponsel Nokia 3650.Tim kecil di IM3 Surabaya berhasil meng-online-kan kondisi Control Room IM3 Surabaya di handphone Nokia 7650, hingga sampai saat ini sudah banyak prototype content Mobile Audio/Video Streaming yang bisa di akses pelanggan IM3 melalui WAP site : wap.im3sby.com. Pelanggan IM3 dapat menggunakan handphone Nokia 7650/3650 maupun PDA PocketPC dan Palm yang sudah di-install fitur RealOne Player.Melalui kecanggihan teknologi seluler yang dimiliki, IM3 turut membantu Kepolisian Negara, antara lain dengan membuat aplikasi khusus untuk Kepolisian.
Jasa Nilai Tambah Bukan hanya itu, IM3 juga menyediakan layanan jasa nilai tambah ini kepada masyarakat luas dengan syarat harus mendaftar dulu. “Kita punya target akhir tahun 2003 menjadi operator selular terbaik di negeri ini. Semua jaringan dan BTS sudah bermuatan teknologi EDGE sehingga kita saat ini sudah memiliki teknologi generasi ke 2,88 ke 2,99 sebelum menjadi operator ponsel dengan teknologi generasi ketiga,” katanya.Bagaimana dengan persiapan Telkomsel? Dijawab sendiri, meski persaingan dalam bisnis telekomunikasi, termasuk jasa selular kini makin ketat, kami optimis, tetap mampu menjadi market leader pasar selular di Indo-nesia. Pertumbuhan Telkomsel hingga kini masih tertinggi, yakni customer base 56 persen, EBIDA 46 persen dan net income sekitar 36 persen.Menyadari persaingan makin ketat dan perusahaan yang dipimpinnya tergolong sebagai operator selular terbesar saat ini, maka mantan Kadivre II Jakarta ini, telah membuat berbagai strategi, terutama berkaitan dengan mempertahankan pertumbuhan untuk jangka panjang. Menurut perhitungan, memberikan pelayanan sampai ke seluruh pelosok, maka Telkomsel tetap harus menyediakan fasilitas tersebut. Satu contoh, meski secara bisnis saat ini belum menguntungkan, tapi Telkomsel mau membangun base transceiver station (BTS) di Pulau Sangir, Sulawesi Utara, suatu pulau yang berbatasan langsung dengan Filipina. “Jujur aja, saat ini secara komersial pendirian BTS di Pulau Sangir tersebut akan menjadi beban operasional kami. Namun dalam jangka panjang, BTS di Pulau Sangir pasti akan memberikan keuntungan,” tandasnya. Pertama, jangkauan terluas, baik di Indonesia maupun luar negeri. Pada saat ini, jaringan GSM Telkomsel tercatat paling luas, yakni mampu menjangkau 80 persen populasi Indonesia di lebih dari 5000 kota besar di ribuan kecamatan.Kedua, tarif paling wajar, karena sudah termasuk PPn 10 persen. SimPATI memberikan tarif yang kompetitif ekonomis (off peak), ditambah zona lokal yang luas sesuai mobilitas keseharian pengguna simPATI. Telkomsel menggunakan tarif yang fair sesuai dengan tipe komunikasinya.Manajemen Telkomsel, menurut GM Marketing Telkomsel, Erik Meijer, janji akan berupaya terus menerus meningkatkan pelayanan, karena telah dipercaya lebih dari separuh pengguna jasa selular di Indonesia dengan jumlah pelanggan lebih dari 7,5 juta yang dilayani dengan teknologi modern 2,5G.Untuk memuaskan pelanggan, kami saat ini sedang mengembangkan layanan berbasis teknologi 2 ¾G Enhanced Data rate for GSM Evolution-EDGE dan wireless fidelity (WIFI). ”Meski pelanggannya masih sedikit, kami tetap menyiapkan jaringan teknologi canggih ini untuk mengantisipasi kebutuhan jasa telepon selular ke depan yang makin memerlukan keragaman, ungkap GM Markerting PT Telkomsel, Erik Meijer.Dijelaskan Erik, penghargaan yang diterimanya bukan diperoleh begitu saja, melainkan dari hasil survei selama bulan April – Mei 2003 oleh lembaga penelitian MARS bekerja sama dengan majalah SWA, melalui 2.921 responden yang mewakili berbagai lokasi kota besar. Rinciannya, Jakarta (626 responden), Bandung (566 responden), Semarang (612 responden), Surabaya (540 responden), dan Medan (577 responden).”Penghargaan yang kami terima ini, selain memberikan kebanggaan juga memberikan manfaat ,baik bagi Telkomsel maupun pelanggan. Bagi pelanggan, penghargaan tentu akan memberikan kebanggaan tersendiri bagi pelanggan kartuHALO dan simPATI. Sedangkan bagi Telkomsel jelas bermanfaat, karena dengan penghargaan tersebut merupakan salah satu bentuk pengakuann pihak lain atas hasil dari berbagai upaya kami dalam memberikan yang terbaik bagi pelanggan,” ujar Erik.
KartuHALO dan SimPATITentang kiat manajemen Telkomsel dalam memasarkan produknya, menurut Erik Meijer, harus dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, kartuHALO, kartu jenis pascabayar Telkomsel ini menerobos pasar melalui pendekatan kultur dan ke-Indonesiaan, baik dari sisi nama ”kartuHALO” sebagai pengganti sebuah simcard GSM maupun desain pada kartunya, yang mengangkat berbagai macam nilai kebudayaan di Indonesia yang identik dengan luasnya jangkauan layanan GSM Telkomsel dari Sabang sampai Merauke.Dijelaskan, pelanggan kartuHALO juga diberikan kenyamanan bila melakukan komunikasi di berbagai belahan dunia, karena Telkomsel telah menggandeng kerja sama dengan 180 operator di 75 negara untuk internasional roaming. Selain itu, pelanggan kartuHALO juga diberikan berbagai layanan nilai tambah. Misalnya, untuk saat ini, pelanggan kartuHALO juga juga dapat menikmati VAS berupa layanan multibank mobil banking dan aplikasi teknologi generasi 2,5G yang diimplementasikan dalam layanan Telkomsel Mobile Data Services, GPRS dan MMS. Khususnya untuk kartu prabayar simPATI, tambahnya, Telkomsel termasuk pelopor dan kini fasilitas yang diberikan nyaris sama dengan pelanggan kartuHALO. Selain memberi kenyamanan berkomunikasi saat menjelajah di seluruh pelosok Indonesia, simPATI juga nyaman digunakan di mancanegara, karena simPATI merupakan pelopor kartu prabayar di Indonesia yang bisa digunakan untuk menjelajah di berbagai belahan dunia, dengan diluncurkannya fasilitas simPATI internasional roaming, bulan Februari 2003 lalu. ”Kini pelanggan simPATI juga sudah bisa menikmati layanan teknologi GSM 2,5G yakni GPRS (General Packet Radio Switching) dan MMS (Multimedia Messaging Services) serta memiliki keunggulan komparatif dibandingkan produk prabayar lain sejenis, karena tarifnya sudah termasuk PPN 10 persen,” paparnya.